May 30th, 2007
Mis-Makna Miss Universe

Riyo Mori dari Jepang dinobatkan menjadi Ratu Sejagad di Mexcio City, kemarin, 28 Mei 2007. Jagoan kita dari Indonesia, Agni, harus puas jadi kontestan saja, karena maju ke top 15-pun tidak.
Seorang perempuan yang saya kenal dengan baik pernah bertanya, kenapa para peserta beauty paegent ini harus pintar. Tidak realistis kan? Kita tidak mengharap Marie Curie cantik jelita seperti kita juga tidak mengharap Linda Evangelista bisa membuat algoritma stochastic sampling yang pseudo-random.
Kalau dibandingkan dengan para model di saluran FTV, menurut saya, para model nampak lebih menyenangkan dibanding para peserta paegant itu. Para peragawati di FTV tidak berpura-pura peduli dengan kemiskinan atau terorisme. Mereka hanya ‘be your self’ dan menjadi sosok yang ramah dan menyenangkan. Seorang Miss Universe biarlah juga menjadi sosok cantik yang menyenangkan juga. Tidak perlu tahu apa itu arti chauvinisme.









I regard that mind is meant to be free and moving mind to mass is a destiny. I can be geeky when it comes to movies, art and culinary, but really, I am simply a man with an irregularity, or many.