<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Gerakan Syahwat Merdeka</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 08:03:22 -0700</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3980</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:46:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3980</guid>
		<description>White dictator?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>White dictator?</p>
<p>Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Harry</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3979</link>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:24:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3979</guid>
		<description>&lt;b&gt;demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  :)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</b></p>
<p>Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. </p>
<p>Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.</p>
<p>Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.</p>
<p>Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sayyid</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3771</link>
		<dc:creator>Sayyid</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 06:47:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3771</guid>
		<description>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga.... Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &quot;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&quot; hahahahahha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga&#8230;. Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &#8220;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&#8221; hahahahahha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3650</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:10:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3650</guid>
		<description>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Makanya... sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.</p>
<p>Makanya&#8230; sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3649</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3649</guid>
		<description>Niat baik melindungi anak-anak...eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &quot;kotor&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik melindungi anak-anak&#8230;eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum</p>
<p>emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &#8220;kotor&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: victor</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2743</link>
		<dc:creator>victor</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 09:03:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2743</guid>
		<description>Mas Kaldu Ayam, &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;krisbiantoro rahmatkartolo&lt;br/&gt;Maksud Lo?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah.... ada2 aja pikiran ente</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Kaldu Ayam, </p>
<p>krisbiantoro rahmatkartolo<br />Maksud Lo?</p>
<p>gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah&#8230;. ada2 aja pikiran ente</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kaldu Ayam</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2741</link>
		<dc:creator>Kaldu Ayam</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 05:53:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2741</guid>
		<description>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 3</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2229</link>
		<dc:creator>3</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2007 06:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2229</guid>
		<description>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later... malah &quot;muak&quot; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi cuap2 masalah &quot;congkak luar biasa&quot;. If those who want control over their bodies are considered arrogant... then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &quot;Arrogant&quot; seems to be an understatement, to say the least.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.</p>
<p>Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later&#8230; malah &#8220;muak&#8221; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. </p>
<p>Belum lagi cuap2 masalah &#8220;congkak luar biasa&#8221;. If those who want control over their bodies are considered arrogant&#8230; then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &#8220;Arrogant&#8221; seems to be an understatement, to say the least.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: isyana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2200</link>
		<dc:creator>isyana</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 14:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2200</guid>
		<description>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#039;s orasi budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kan ada tuh perintah yang &#039;thy must not mention god&#039;s name in vain&#039;(? kalo nggak salah...) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya...). cause for me, it&#039;s actually two sides of the same coin.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*rant mode off*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#8217;s orasi budaya. </p>
<p>secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. </p>
<p>terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. </p>
<p>kan ada tuh perintah yang &#8216;thy must not mention god&#8217;s name in vain&#8217;(? kalo nggak salah&#8230;) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. </p>
<p>so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya&#8230;). cause for me, it&#8217;s actually two sides of the same coin.   </p>
<p>*rant mode off*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2197</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 06:51:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2197</guid>
		<description>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dinautami</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2196</link>
		<dc:creator>dinautami</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 05:05:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2196</guid>
		<description>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..&lt;br /&gt;jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..<br />jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2195</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 02:25:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2195</guid>
		<description>@memeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@memeh</p>
<p>anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Memeh</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2178</link>
		<dc:creator>Memeh</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jan 2007 06:28:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2178</guid>
		<description>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh relevan ga sih comment-ku?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?</p>
<p>Eh relevan ga sih comment-ku?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2169</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2007 03:43:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2169</guid>
		<description>Arka: Makasih :) Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Arka: Makasih <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: luthfi</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2166</link>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2166</guid>
		<description>wah, byk jg yg nganalisa yaks.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, byk jg yg nganalisa yaks&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2165</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:26:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2165</guid>
		<description>@herman; tuh dijawab sama victor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja ... huahahaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@herman; tuh dijawab sama victor</p>
<p>@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja &#8230; huahahaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2163</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:54:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2163</guid>
		<description>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat beliau itu meski terlihat &quot;radikal kanan&quot; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku setuju ama victor : equilibrium needed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal sastra ... memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &quot;nggresula&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan industri tidak berpihak kepada nilai ... kalo&#039; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But afterall .. nice posting Mon :) you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.</p>
<p>Pendapat beliau itu meski terlihat &#8220;radikal kanan&#8221; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.</p>
<p>aku setuju ama victor : equilibrium needed.</p>
<p>Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.</p>
<p>Bicara soal sastra &#8230; memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.</p>
<p>Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &#8220;nggresula&#8221;.</p>
<p>Dan industri tidak berpihak kepada nilai &#8230; kalo&#8217; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.</p>
<p>But afterall .. nice posting Mon <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2161</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:14:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2161</guid>
		<description>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? :) Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu :) Kita perlu memeperbaiki itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</p>
<p>Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. </p>
<p>Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. </p>
<p>Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Kita perlu memeperbaiki itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: micokelana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2160</link>
		<dc:creator>micokelana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 11:48:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2160</guid>
		<description>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gak tau apanya yang &quot;besar&quot; yah..??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.</p>
<p>Tapi gak tau apanya yang &#8220;besar&#8221; yah..??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 08:03:22 -0700</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>Comments on: Gerakan Syahwat Merdeka</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 08:03:22 -0700</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3980</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:46:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3980</guid>
		<description>White dictator?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>White dictator?</p>
<p>Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Harry</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3979</link>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:24:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3979</guid>
		<description>&lt;b&gt;demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  :)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</b></p>
<p>Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. </p>
<p>Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.</p>
<p>Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.</p>
<p>Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sayyid</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3771</link>
		<dc:creator>Sayyid</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 06:47:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3771</guid>
		<description>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga.... Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &quot;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&quot; hahahahahha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga&#8230;. Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &#8220;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&#8221; hahahahahha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3650</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:10:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3650</guid>
		<description>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Makanya... sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.</p>
<p>Makanya&#8230; sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3649</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3649</guid>
		<description>Niat baik melindungi anak-anak...eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &quot;kotor&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik melindungi anak-anak&#8230;eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum</p>
<p>emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &#8220;kotor&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: victor</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2743</link>
		<dc:creator>victor</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 09:03:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2743</guid>
		<description>Mas Kaldu Ayam, &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;krisbiantoro rahmatkartolo&lt;br/&gt;Maksud Lo?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah.... ada2 aja pikiran ente</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Kaldu Ayam, </p>
<p>krisbiantoro rahmatkartolo<br />Maksud Lo?</p>
<p>gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah&#8230;. ada2 aja pikiran ente</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kaldu Ayam</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2741</link>
		<dc:creator>Kaldu Ayam</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 05:53:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2741</guid>
		<description>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 3</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2229</link>
		<dc:creator>3</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2007 06:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2229</guid>
		<description>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later... malah &quot;muak&quot; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi cuap2 masalah &quot;congkak luar biasa&quot;. If those who want control over their bodies are considered arrogant... then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &quot;Arrogant&quot; seems to be an understatement, to say the least.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.</p>
<p>Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later&#8230; malah &#8220;muak&#8221; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. </p>
<p>Belum lagi cuap2 masalah &#8220;congkak luar biasa&#8221;. If those who want control over their bodies are considered arrogant&#8230; then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &#8220;Arrogant&#8221; seems to be an understatement, to say the least.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: isyana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2200</link>
		<dc:creator>isyana</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 14:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2200</guid>
		<description>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#039;s orasi budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kan ada tuh perintah yang &#039;thy must not mention god&#039;s name in vain&#039;(? kalo nggak salah...) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya...). cause for me, it&#039;s actually two sides of the same coin.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*rant mode off*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#8217;s orasi budaya. </p>
<p>secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. </p>
<p>terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. </p>
<p>kan ada tuh perintah yang &#8216;thy must not mention god&#8217;s name in vain&#8217;(? kalo nggak salah&#8230;) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. </p>
<p>so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya&#8230;). cause for me, it&#8217;s actually two sides of the same coin.   </p>
<p>*rant mode off*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2197</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 06:51:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2197</guid>
		<description>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dinautami</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2196</link>
		<dc:creator>dinautami</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 05:05:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2196</guid>
		<description>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..&lt;br /&gt;jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..<br />jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2195</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 02:25:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2195</guid>
		<description>@memeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@memeh</p>
<p>anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Memeh</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2178</link>
		<dc:creator>Memeh</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jan 2007 06:28:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2178</guid>
		<description>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh relevan ga sih comment-ku?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?</p>
<p>Eh relevan ga sih comment-ku?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2169</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2007 03:43:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2169</guid>
		<description>Arka: Makasih :) Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Arka: Makasih <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: luthfi</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2166</link>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2166</guid>
		<description>wah, byk jg yg nganalisa yaks.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, byk jg yg nganalisa yaks&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2165</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:26:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2165</guid>
		<description>@herman; tuh dijawab sama victor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja ... huahahaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@herman; tuh dijawab sama victor</p>
<p>@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja &#8230; huahahaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2163</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:54:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2163</guid>
		<description>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat beliau itu meski terlihat &quot;radikal kanan&quot; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku setuju ama victor : equilibrium needed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal sastra ... memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &quot;nggresula&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan industri tidak berpihak kepada nilai ... kalo&#039; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But afterall .. nice posting Mon :) you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.</p>
<p>Pendapat beliau itu meski terlihat &#8220;radikal kanan&#8221; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.</p>
<p>aku setuju ama victor : equilibrium needed.</p>
<p>Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.</p>
<p>Bicara soal sastra &#8230; memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.</p>
<p>Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &#8220;nggresula&#8221;.</p>
<p>Dan industri tidak berpihak kepada nilai &#8230; kalo&#8217; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.</p>
<p>But afterall .. nice posting Mon <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2161</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:14:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2161</guid>
		<description>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? :) Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu :) Kita perlu memeperbaiki itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</p>
<p>Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. </p>
<p>Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. </p>
<p>Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Kita perlu memeperbaiki itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: micokelana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2160</link>
		<dc:creator>micokelana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 11:48:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2160</guid>
		<description>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gak tau apanya yang &quot;besar&quot; yah..??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.</p>
<p>Tapi gak tau apanya yang &#8220;besar&#8221; yah..??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3980</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:46:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3980</guid>
		<description>White dictator?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>White dictator?</p>
<p>Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comments on: Gerakan Syahwat Merdeka</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 08:03:22 -0700</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3980</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:46:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3980</guid>
		<description>White dictator?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>White dictator?</p>
<p>Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Harry</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3979</link>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:24:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3979</guid>
		<description>&lt;b&gt;demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  :)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</b></p>
<p>Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. </p>
<p>Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.</p>
<p>Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.</p>
<p>Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sayyid</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3771</link>
		<dc:creator>Sayyid</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 06:47:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3771</guid>
		<description>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga.... Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &quot;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&quot; hahahahahha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga&#8230;. Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &#8220;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&#8221; hahahahahha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3650</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:10:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3650</guid>
		<description>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Makanya... sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.</p>
<p>Makanya&#8230; sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3649</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3649</guid>
		<description>Niat baik melindungi anak-anak...eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &quot;kotor&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik melindungi anak-anak&#8230;eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum</p>
<p>emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &#8220;kotor&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: victor</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2743</link>
		<dc:creator>victor</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 09:03:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2743</guid>
		<description>Mas Kaldu Ayam, &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;krisbiantoro rahmatkartolo&lt;br/&gt;Maksud Lo?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah.... ada2 aja pikiran ente</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Kaldu Ayam, </p>
<p>krisbiantoro rahmatkartolo<br />Maksud Lo?</p>
<p>gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah&#8230;. ada2 aja pikiran ente</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kaldu Ayam</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2741</link>
		<dc:creator>Kaldu Ayam</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 05:53:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2741</guid>
		<description>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 3</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2229</link>
		<dc:creator>3</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2007 06:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2229</guid>
		<description>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later... malah &quot;muak&quot; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi cuap2 masalah &quot;congkak luar biasa&quot;. If those who want control over their bodies are considered arrogant... then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &quot;Arrogant&quot; seems to be an understatement, to say the least.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.</p>
<p>Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later&#8230; malah &#8220;muak&#8221; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. </p>
<p>Belum lagi cuap2 masalah &#8220;congkak luar biasa&#8221;. If those who want control over their bodies are considered arrogant&#8230; then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &#8220;Arrogant&#8221; seems to be an understatement, to say the least.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: isyana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2200</link>
		<dc:creator>isyana</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 14:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2200</guid>
		<description>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#039;s orasi budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kan ada tuh perintah yang &#039;thy must not mention god&#039;s name in vain&#039;(? kalo nggak salah...) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya...). cause for me, it&#039;s actually two sides of the same coin.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*rant mode off*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#8217;s orasi budaya. </p>
<p>secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. </p>
<p>terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. </p>
<p>kan ada tuh perintah yang &#8216;thy must not mention god&#8217;s name in vain&#8217;(? kalo nggak salah&#8230;) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. </p>
<p>so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya&#8230;). cause for me, it&#8217;s actually two sides of the same coin.   </p>
<p>*rant mode off*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2197</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 06:51:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2197</guid>
		<description>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dinautami</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2196</link>
		<dc:creator>dinautami</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 05:05:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2196</guid>
		<description>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..&lt;br /&gt;jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..<br />jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2195</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 02:25:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2195</guid>
		<description>@memeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@memeh</p>
<p>anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Memeh</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2178</link>
		<dc:creator>Memeh</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jan 2007 06:28:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2178</guid>
		<description>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh relevan ga sih comment-ku?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?</p>
<p>Eh relevan ga sih comment-ku?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2169</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2007 03:43:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2169</guid>
		<description>Arka: Makasih :) Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Arka: Makasih <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: luthfi</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2166</link>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2166</guid>
		<description>wah, byk jg yg nganalisa yaks.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, byk jg yg nganalisa yaks&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2165</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:26:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2165</guid>
		<description>@herman; tuh dijawab sama victor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja ... huahahaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@herman; tuh dijawab sama victor</p>
<p>@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja &#8230; huahahaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2163</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:54:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2163</guid>
		<description>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat beliau itu meski terlihat &quot;radikal kanan&quot; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku setuju ama victor : equilibrium needed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal sastra ... memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &quot;nggresula&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan industri tidak berpihak kepada nilai ... kalo&#039; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But afterall .. nice posting Mon :) you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.</p>
<p>Pendapat beliau itu meski terlihat &#8220;radikal kanan&#8221; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.</p>
<p>aku setuju ama victor : equilibrium needed.</p>
<p>Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.</p>
<p>Bicara soal sastra &#8230; memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.</p>
<p>Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &#8220;nggresula&#8221;.</p>
<p>Dan industri tidak berpihak kepada nilai &#8230; kalo&#8217; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.</p>
<p>But afterall .. nice posting Mon <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2161</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:14:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2161</guid>
		<description>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? :) Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu :) Kita perlu memeperbaiki itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</p>
<p>Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. </p>
<p>Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. </p>
<p>Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Kita perlu memeperbaiki itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: micokelana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2160</link>
		<dc:creator>micokelana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 11:48:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2160</guid>
		<description>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gak tau apanya yang &quot;besar&quot; yah..??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.</p>
<p>Tapi gak tau apanya yang &#8220;besar&#8221; yah..??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3979</link>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:24:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3979</guid>
		<description>&lt;b&gt;demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  :)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</b></p>
<p>Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. </p>
<p>Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.</p>
<p>Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.</p>
<p>Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comments on: Gerakan Syahwat Merdeka</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 08:03:22 -0700</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3980</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:46:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3980</guid>
		<description>White dictator?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>White dictator?</p>
<p>Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Harry</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3979</link>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:24:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3979</guid>
		<description>&lt;b&gt;demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  :)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</b></p>
<p>Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. </p>
<p>Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.</p>
<p>Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.</p>
<p>Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sayyid</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3771</link>
		<dc:creator>Sayyid</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 06:47:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3771</guid>
		<description>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga.... Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &quot;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&quot; hahahahahha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga&#8230;. Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &#8220;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&#8221; hahahahahha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3650</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:10:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3650</guid>
		<description>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Makanya... sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.</p>
<p>Makanya&#8230; sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3649</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3649</guid>
		<description>Niat baik melindungi anak-anak...eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &quot;kotor&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik melindungi anak-anak&#8230;eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum</p>
<p>emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &#8220;kotor&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: victor</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2743</link>
		<dc:creator>victor</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 09:03:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2743</guid>
		<description>Mas Kaldu Ayam, &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;krisbiantoro rahmatkartolo&lt;br/&gt;Maksud Lo?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah.... ada2 aja pikiran ente</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Kaldu Ayam, </p>
<p>krisbiantoro rahmatkartolo<br />Maksud Lo?</p>
<p>gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah&#8230;. ada2 aja pikiran ente</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kaldu Ayam</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2741</link>
		<dc:creator>Kaldu Ayam</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 05:53:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2741</guid>
		<description>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 3</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2229</link>
		<dc:creator>3</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2007 06:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2229</guid>
		<description>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later... malah &quot;muak&quot; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi cuap2 masalah &quot;congkak luar biasa&quot;. If those who want control over their bodies are considered arrogant... then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &quot;Arrogant&quot; seems to be an understatement, to say the least.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.</p>
<p>Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later&#8230; malah &#8220;muak&#8221; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. </p>
<p>Belum lagi cuap2 masalah &#8220;congkak luar biasa&#8221;. If those who want control over their bodies are considered arrogant&#8230; then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &#8220;Arrogant&#8221; seems to be an understatement, to say the least.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: isyana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2200</link>
		<dc:creator>isyana</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 14:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2200</guid>
		<description>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#039;s orasi budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kan ada tuh perintah yang &#039;thy must not mention god&#039;s name in vain&#039;(? kalo nggak salah...) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya...). cause for me, it&#039;s actually two sides of the same coin.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*rant mode off*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#8217;s orasi budaya. </p>
<p>secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. </p>
<p>terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. </p>
<p>kan ada tuh perintah yang &#8216;thy must not mention god&#8217;s name in vain&#8217;(? kalo nggak salah&#8230;) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. </p>
<p>so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya&#8230;). cause for me, it&#8217;s actually two sides of the same coin.   </p>
<p>*rant mode off*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2197</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 06:51:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2197</guid>
		<description>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dinautami</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2196</link>
		<dc:creator>dinautami</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 05:05:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2196</guid>
		<description>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..&lt;br /&gt;jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..<br />jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2195</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 02:25:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2195</guid>
		<description>@memeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@memeh</p>
<p>anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Memeh</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2178</link>
		<dc:creator>Memeh</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jan 2007 06:28:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2178</guid>
		<description>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh relevan ga sih comment-ku?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?</p>
<p>Eh relevan ga sih comment-ku?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2169</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2007 03:43:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2169</guid>
		<description>Arka: Makasih :) Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Arka: Makasih <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: luthfi</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2166</link>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2166</guid>
		<description>wah, byk jg yg nganalisa yaks.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, byk jg yg nganalisa yaks&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2165</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:26:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2165</guid>
		<description>@herman; tuh dijawab sama victor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja ... huahahaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@herman; tuh dijawab sama victor</p>
<p>@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja &#8230; huahahaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2163</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:54:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2163</guid>
		<description>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat beliau itu meski terlihat &quot;radikal kanan&quot; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku setuju ama victor : equilibrium needed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal sastra ... memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &quot;nggresula&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan industri tidak berpihak kepada nilai ... kalo&#039; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But afterall .. nice posting Mon :) you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.</p>
<p>Pendapat beliau itu meski terlihat &#8220;radikal kanan&#8221; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.</p>
<p>aku setuju ama victor : equilibrium needed.</p>
<p>Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.</p>
<p>Bicara soal sastra &#8230; memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.</p>
<p>Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &#8220;nggresula&#8221;.</p>
<p>Dan industri tidak berpihak kepada nilai &#8230; kalo&#8217; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.</p>
<p>But afterall .. nice posting Mon <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2161</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:14:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2161</guid>
		<description>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? :) Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu :) Kita perlu memeperbaiki itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</p>
<p>Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. </p>
<p>Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. </p>
<p>Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Kita perlu memeperbaiki itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: micokelana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2160</link>
		<dc:creator>micokelana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 11:48:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2160</guid>
		<description>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gak tau apanya yang &quot;besar&quot; yah..??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.</p>
<p>Tapi gak tau apanya yang &#8220;besar&#8221; yah..??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3771</link>
		<dc:creator>Sayyid</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 06:47:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3771</guid>
		<description>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga.... Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &quot;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&quot; hahahahahha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga&#8230;. Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &#8220;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&#8221; hahahahahha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comments on: Gerakan Syahwat Merdeka</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 08:03:22 -0700</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3980</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:46:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3980</guid>
		<description>White dictator?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>White dictator?</p>
<p>Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Harry</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3979</link>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:24:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3979</guid>
		<description>&lt;b&gt;demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  :)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</b></p>
<p>Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. </p>
<p>Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.</p>
<p>Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.</p>
<p>Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sayyid</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3771</link>
		<dc:creator>Sayyid</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 06:47:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3771</guid>
		<description>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga.... Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &quot;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&quot; hahahahahha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga&#8230;. Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &#8220;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&#8221; hahahahahha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3650</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:10:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3650</guid>
		<description>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Makanya... sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.</p>
<p>Makanya&#8230; sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3649</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3649</guid>
		<description>Niat baik melindungi anak-anak...eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &quot;kotor&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik melindungi anak-anak&#8230;eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum</p>
<p>emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &#8220;kotor&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: victor</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2743</link>
		<dc:creator>victor</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 09:03:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2743</guid>
		<description>Mas Kaldu Ayam, &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;krisbiantoro rahmatkartolo&lt;br/&gt;Maksud Lo?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah.... ada2 aja pikiran ente</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Kaldu Ayam, </p>
<p>krisbiantoro rahmatkartolo<br />Maksud Lo?</p>
<p>gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah&#8230;. ada2 aja pikiran ente</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kaldu Ayam</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2741</link>
		<dc:creator>Kaldu Ayam</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 05:53:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2741</guid>
		<description>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 3</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2229</link>
		<dc:creator>3</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2007 06:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2229</guid>
		<description>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later... malah &quot;muak&quot; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi cuap2 masalah &quot;congkak luar biasa&quot;. If those who want control over their bodies are considered arrogant... then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &quot;Arrogant&quot; seems to be an understatement, to say the least.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.</p>
<p>Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later&#8230; malah &#8220;muak&#8221; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. </p>
<p>Belum lagi cuap2 masalah &#8220;congkak luar biasa&#8221;. If those who want control over their bodies are considered arrogant&#8230; then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &#8220;Arrogant&#8221; seems to be an understatement, to say the least.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: isyana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2200</link>
		<dc:creator>isyana</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 14:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2200</guid>
		<description>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#039;s orasi budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kan ada tuh perintah yang &#039;thy must not mention god&#039;s name in vain&#039;(? kalo nggak salah...) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya...). cause for me, it&#039;s actually two sides of the same coin.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*rant mode off*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#8217;s orasi budaya. </p>
<p>secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. </p>
<p>terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. </p>
<p>kan ada tuh perintah yang &#8216;thy must not mention god&#8217;s name in vain&#8217;(? kalo nggak salah&#8230;) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. </p>
<p>so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya&#8230;). cause for me, it&#8217;s actually two sides of the same coin.   </p>
<p>*rant mode off*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2197</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 06:51:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2197</guid>
		<description>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dinautami</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2196</link>
		<dc:creator>dinautami</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 05:05:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2196</guid>
		<description>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..&lt;br /&gt;jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..<br />jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2195</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 02:25:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2195</guid>
		<description>@memeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@memeh</p>
<p>anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Memeh</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2178</link>
		<dc:creator>Memeh</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jan 2007 06:28:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2178</guid>
		<description>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh relevan ga sih comment-ku?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?</p>
<p>Eh relevan ga sih comment-ku?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2169</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2007 03:43:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2169</guid>
		<description>Arka: Makasih :) Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Arka: Makasih <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: luthfi</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2166</link>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2166</guid>
		<description>wah, byk jg yg nganalisa yaks.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, byk jg yg nganalisa yaks&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2165</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:26:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2165</guid>
		<description>@herman; tuh dijawab sama victor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja ... huahahaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@herman; tuh dijawab sama victor</p>
<p>@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja &#8230; huahahaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2163</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:54:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2163</guid>
		<description>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat beliau itu meski terlihat &quot;radikal kanan&quot; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku setuju ama victor : equilibrium needed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal sastra ... memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &quot;nggresula&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan industri tidak berpihak kepada nilai ... kalo&#039; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But afterall .. nice posting Mon :) you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.</p>
<p>Pendapat beliau itu meski terlihat &#8220;radikal kanan&#8221; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.</p>
<p>aku setuju ama victor : equilibrium needed.</p>
<p>Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.</p>
<p>Bicara soal sastra &#8230; memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.</p>
<p>Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &#8220;nggresula&#8221;.</p>
<p>Dan industri tidak berpihak kepada nilai &#8230; kalo&#8217; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.</p>
<p>But afterall .. nice posting Mon <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2161</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:14:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2161</guid>
		<description>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? :) Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu :) Kita perlu memeperbaiki itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</p>
<p>Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. </p>
<p>Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. </p>
<p>Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Kita perlu memeperbaiki itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: micokelana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2160</link>
		<dc:creator>micokelana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 11:48:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2160</guid>
		<description>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gak tau apanya yang &quot;besar&quot; yah..??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.</p>
<p>Tapi gak tau apanya yang &#8220;besar&#8221; yah..??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3650</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:10:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3650</guid>
		<description>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Makanya... sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.</p>
<p>Makanya&#8230; sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comments on: Gerakan Syahwat Merdeka</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 08:03:22 -0700</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3980</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:46:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3980</guid>
		<description>White dictator?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>White dictator?</p>
<p>Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Harry</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3979</link>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:24:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3979</guid>
		<description>&lt;b&gt;demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  :)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</b></p>
<p>Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. </p>
<p>Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.</p>
<p>Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.</p>
<p>Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sayyid</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3771</link>
		<dc:creator>Sayyid</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 06:47:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3771</guid>
		<description>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga.... Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &quot;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&quot; hahahahahha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga&#8230;. Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &#8220;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&#8221; hahahahahha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3650</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:10:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3650</guid>
		<description>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Makanya... sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.</p>
<p>Makanya&#8230; sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3649</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3649</guid>
		<description>Niat baik melindungi anak-anak...eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &quot;kotor&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik melindungi anak-anak&#8230;eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum</p>
<p>emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &#8220;kotor&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: victor</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2743</link>
		<dc:creator>victor</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 09:03:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2743</guid>
		<description>Mas Kaldu Ayam, &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;krisbiantoro rahmatkartolo&lt;br/&gt;Maksud Lo?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah.... ada2 aja pikiran ente</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Kaldu Ayam, </p>
<p>krisbiantoro rahmatkartolo<br />Maksud Lo?</p>
<p>gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah&#8230;. ada2 aja pikiran ente</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kaldu Ayam</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2741</link>
		<dc:creator>Kaldu Ayam</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 05:53:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2741</guid>
		<description>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 3</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2229</link>
		<dc:creator>3</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2007 06:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2229</guid>
		<description>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later... malah &quot;muak&quot; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi cuap2 masalah &quot;congkak luar biasa&quot;. If those who want control over their bodies are considered arrogant... then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &quot;Arrogant&quot; seems to be an understatement, to say the least.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.</p>
<p>Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later&#8230; malah &#8220;muak&#8221; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. </p>
<p>Belum lagi cuap2 masalah &#8220;congkak luar biasa&#8221;. If those who want control over their bodies are considered arrogant&#8230; then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &#8220;Arrogant&#8221; seems to be an understatement, to say the least.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: isyana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2200</link>
		<dc:creator>isyana</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 14:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2200</guid>
		<description>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#039;s orasi budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kan ada tuh perintah yang &#039;thy must not mention god&#039;s name in vain&#039;(? kalo nggak salah...) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya...). cause for me, it&#039;s actually two sides of the same coin.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*rant mode off*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#8217;s orasi budaya. </p>
<p>secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. </p>
<p>terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. </p>
<p>kan ada tuh perintah yang &#8216;thy must not mention god&#8217;s name in vain&#8217;(? kalo nggak salah&#8230;) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. </p>
<p>so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya&#8230;). cause for me, it&#8217;s actually two sides of the same coin.   </p>
<p>*rant mode off*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2197</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 06:51:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2197</guid>
		<description>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dinautami</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2196</link>
		<dc:creator>dinautami</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 05:05:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2196</guid>
		<description>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..&lt;br /&gt;jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..<br />jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2195</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 02:25:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2195</guid>
		<description>@memeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@memeh</p>
<p>anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Memeh</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2178</link>
		<dc:creator>Memeh</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jan 2007 06:28:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2178</guid>
		<description>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh relevan ga sih comment-ku?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?</p>
<p>Eh relevan ga sih comment-ku?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2169</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2007 03:43:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2169</guid>
		<description>Arka: Makasih :) Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Arka: Makasih <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: luthfi</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2166</link>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2166</guid>
		<description>wah, byk jg yg nganalisa yaks.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, byk jg yg nganalisa yaks&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2165</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:26:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2165</guid>
		<description>@herman; tuh dijawab sama victor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja ... huahahaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@herman; tuh dijawab sama victor</p>
<p>@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja &#8230; huahahaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2163</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:54:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2163</guid>
		<description>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat beliau itu meski terlihat &quot;radikal kanan&quot; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku setuju ama victor : equilibrium needed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal sastra ... memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &quot;nggresula&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan industri tidak berpihak kepada nilai ... kalo&#039; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But afterall .. nice posting Mon :) you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.</p>
<p>Pendapat beliau itu meski terlihat &#8220;radikal kanan&#8221; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.</p>
<p>aku setuju ama victor : equilibrium needed.</p>
<p>Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.</p>
<p>Bicara soal sastra &#8230; memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.</p>
<p>Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &#8220;nggresula&#8221;.</p>
<p>Dan industri tidak berpihak kepada nilai &#8230; kalo&#8217; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.</p>
<p>But afterall .. nice posting Mon <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2161</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:14:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2161</guid>
		<description>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? :) Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu :) Kita perlu memeperbaiki itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</p>
<p>Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. </p>
<p>Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. </p>
<p>Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Kita perlu memeperbaiki itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: micokelana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2160</link>
		<dc:creator>micokelana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 11:48:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2160</guid>
		<description>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gak tau apanya yang &quot;besar&quot; yah..??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.</p>
<p>Tapi gak tau apanya yang &#8220;besar&#8221; yah..??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3649</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3649</guid>
		<description>Niat baik melindungi anak-anak...eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &quot;kotor&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik melindungi anak-anak&#8230;eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum</p>
<p>emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &#8220;kotor&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comments on: Gerakan Syahwat Merdeka</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 08:03:22 -0700</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3980</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:46:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3980</guid>
		<description>White dictator?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>White dictator?</p>
<p>Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Harry</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3979</link>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:24:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3979</guid>
		<description>&lt;b&gt;demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  :)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</b></p>
<p>Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. </p>
<p>Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.</p>
<p>Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.</p>
<p>Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sayyid</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3771</link>
		<dc:creator>Sayyid</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 06:47:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3771</guid>
		<description>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga.... Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &quot;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&quot; hahahahahha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga&#8230;. Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &#8220;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&#8221; hahahahahha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3650</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:10:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3650</guid>
		<description>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Makanya... sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.</p>
<p>Makanya&#8230; sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3649</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3649</guid>
		<description>Niat baik melindungi anak-anak...eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &quot;kotor&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik melindungi anak-anak&#8230;eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum</p>
<p>emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &#8220;kotor&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: victor</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2743</link>
		<dc:creator>victor</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 09:03:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2743</guid>
		<description>Mas Kaldu Ayam, &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;krisbiantoro rahmatkartolo&lt;br/&gt;Maksud Lo?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah.... ada2 aja pikiran ente</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Kaldu Ayam, </p>
<p>krisbiantoro rahmatkartolo<br />Maksud Lo?</p>
<p>gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah&#8230;. ada2 aja pikiran ente</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kaldu Ayam</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2741</link>
		<dc:creator>Kaldu Ayam</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 05:53:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2741</guid>
		<description>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 3</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2229</link>
		<dc:creator>3</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2007 06:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2229</guid>
		<description>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later... malah &quot;muak&quot; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi cuap2 masalah &quot;congkak luar biasa&quot;. If those who want control over their bodies are considered arrogant... then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &quot;Arrogant&quot; seems to be an understatement, to say the least.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.</p>
<p>Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later&#8230; malah &#8220;muak&#8221; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. </p>
<p>Belum lagi cuap2 masalah &#8220;congkak luar biasa&#8221;. If those who want control over their bodies are considered arrogant&#8230; then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &#8220;Arrogant&#8221; seems to be an understatement, to say the least.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: isyana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2200</link>
		<dc:creator>isyana</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 14:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2200</guid>
		<description>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#039;s orasi budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kan ada tuh perintah yang &#039;thy must not mention god&#039;s name in vain&#039;(? kalo nggak salah...) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya...). cause for me, it&#039;s actually two sides of the same coin.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*rant mode off*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#8217;s orasi budaya. </p>
<p>secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. </p>
<p>terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. </p>
<p>kan ada tuh perintah yang &#8216;thy must not mention god&#8217;s name in vain&#8217;(? kalo nggak salah&#8230;) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. </p>
<p>so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya&#8230;). cause for me, it&#8217;s actually two sides of the same coin.   </p>
<p>*rant mode off*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2197</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 06:51:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2197</guid>
		<description>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dinautami</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2196</link>
		<dc:creator>dinautami</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 05:05:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2196</guid>
		<description>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..&lt;br /&gt;jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..<br />jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2195</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 02:25:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2195</guid>
		<description>@memeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@memeh</p>
<p>anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Memeh</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2178</link>
		<dc:creator>Memeh</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jan 2007 06:28:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2178</guid>
		<description>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh relevan ga sih comment-ku?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?</p>
<p>Eh relevan ga sih comment-ku?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2169</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2007 03:43:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2169</guid>
		<description>Arka: Makasih :) Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Arka: Makasih <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: luthfi</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2166</link>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2166</guid>
		<description>wah, byk jg yg nganalisa yaks.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, byk jg yg nganalisa yaks&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2165</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:26:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2165</guid>
		<description>@herman; tuh dijawab sama victor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja ... huahahaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@herman; tuh dijawab sama victor</p>
<p>@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja &#8230; huahahaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2163</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:54:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2163</guid>
		<description>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat beliau itu meski terlihat &quot;radikal kanan&quot; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku setuju ama victor : equilibrium needed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal sastra ... memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &quot;nggresula&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan industri tidak berpihak kepada nilai ... kalo&#039; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But afterall .. nice posting Mon :) you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.</p>
<p>Pendapat beliau itu meski terlihat &#8220;radikal kanan&#8221; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.</p>
<p>aku setuju ama victor : equilibrium needed.</p>
<p>Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.</p>
<p>Bicara soal sastra &#8230; memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.</p>
<p>Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &#8220;nggresula&#8221;.</p>
<p>Dan industri tidak berpihak kepada nilai &#8230; kalo&#8217; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.</p>
<p>But afterall .. nice posting Mon <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2161</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:14:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2161</guid>
		<description>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? :) Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu :) Kita perlu memeperbaiki itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</p>
<p>Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. </p>
<p>Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. </p>
<p>Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Kita perlu memeperbaiki itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: micokelana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2160</link>
		<dc:creator>micokelana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 11:48:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2160</guid>
		<description>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gak tau apanya yang &quot;besar&quot; yah..??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.</p>
<p>Tapi gak tau apanya yang &#8220;besar&#8221; yah..??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2743</link>
		<dc:creator>victor</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 09:03:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2743</guid>
		<description>Mas Kaldu Ayam, &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;krisbiantoro rahmatkartolo&lt;br/&gt;Maksud Lo?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah.... ada2 aja pikiran ente</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Kaldu Ayam, </p>
<p>krisbiantoro rahmatkartolo<br />Maksud Lo?</p>
<p>gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah&#8230;. ada2 aja pikiran ente</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comments on: Gerakan Syahwat Merdeka</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 08:03:22 -0700</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3980</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:46:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3980</guid>
		<description>White dictator?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>White dictator?</p>
<p>Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Harry</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3979</link>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:24:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3979</guid>
		<description>&lt;b&gt;demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  :)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</b></p>
<p>Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. </p>
<p>Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.</p>
<p>Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.</p>
<p>Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sayyid</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3771</link>
		<dc:creator>Sayyid</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 06:47:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3771</guid>
		<description>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga.... Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &quot;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&quot; hahahahahha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga&#8230;. Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &#8220;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&#8221; hahahahahha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3650</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:10:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3650</guid>
		<description>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Makanya... sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.</p>
<p>Makanya&#8230; sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3649</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3649</guid>
		<description>Niat baik melindungi anak-anak...eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &quot;kotor&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik melindungi anak-anak&#8230;eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum</p>
<p>emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &#8220;kotor&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: victor</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2743</link>
		<dc:creator>victor</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 09:03:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2743</guid>
		<description>Mas Kaldu Ayam, &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;krisbiantoro rahmatkartolo&lt;br/&gt;Maksud Lo?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah.... ada2 aja pikiran ente</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Kaldu Ayam, </p>
<p>krisbiantoro rahmatkartolo<br />Maksud Lo?</p>
<p>gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah&#8230;. ada2 aja pikiran ente</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kaldu Ayam</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2741</link>
		<dc:creator>Kaldu Ayam</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 05:53:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2741</guid>
		<description>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 3</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2229</link>
		<dc:creator>3</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2007 06:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2229</guid>
		<description>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later... malah &quot;muak&quot; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi cuap2 masalah &quot;congkak luar biasa&quot;. If those who want control over their bodies are considered arrogant... then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &quot;Arrogant&quot; seems to be an understatement, to say the least.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.</p>
<p>Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later&#8230; malah &#8220;muak&#8221; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. </p>
<p>Belum lagi cuap2 masalah &#8220;congkak luar biasa&#8221;. If those who want control over their bodies are considered arrogant&#8230; then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &#8220;Arrogant&#8221; seems to be an understatement, to say the least.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: isyana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2200</link>
		<dc:creator>isyana</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 14:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2200</guid>
		<description>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#039;s orasi budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kan ada tuh perintah yang &#039;thy must not mention god&#039;s name in vain&#039;(? kalo nggak salah...) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya...). cause for me, it&#039;s actually two sides of the same coin.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*rant mode off*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#8217;s orasi budaya. </p>
<p>secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. </p>
<p>terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. </p>
<p>kan ada tuh perintah yang &#8216;thy must not mention god&#8217;s name in vain&#8217;(? kalo nggak salah&#8230;) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. </p>
<p>so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya&#8230;). cause for me, it&#8217;s actually two sides of the same coin.   </p>
<p>*rant mode off*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2197</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 06:51:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2197</guid>
		<description>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dinautami</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2196</link>
		<dc:creator>dinautami</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 05:05:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2196</guid>
		<description>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..&lt;br /&gt;jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..<br />jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2195</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 02:25:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2195</guid>
		<description>@memeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@memeh</p>
<p>anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Memeh</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2178</link>
		<dc:creator>Memeh</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jan 2007 06:28:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2178</guid>
		<description>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh relevan ga sih comment-ku?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?</p>
<p>Eh relevan ga sih comment-ku?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2169</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2007 03:43:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2169</guid>
		<description>Arka: Makasih :) Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Arka: Makasih <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: luthfi</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2166</link>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2166</guid>
		<description>wah, byk jg yg nganalisa yaks.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, byk jg yg nganalisa yaks&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2165</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:26:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2165</guid>
		<description>@herman; tuh dijawab sama victor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja ... huahahaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@herman; tuh dijawab sama victor</p>
<p>@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja &#8230; huahahaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2163</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:54:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2163</guid>
		<description>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat beliau itu meski terlihat &quot;radikal kanan&quot; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku setuju ama victor : equilibrium needed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal sastra ... memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &quot;nggresula&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan industri tidak berpihak kepada nilai ... kalo&#039; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But afterall .. nice posting Mon :) you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.</p>
<p>Pendapat beliau itu meski terlihat &#8220;radikal kanan&#8221; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.</p>
<p>aku setuju ama victor : equilibrium needed.</p>
<p>Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.</p>
<p>Bicara soal sastra &#8230; memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.</p>
<p>Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &#8220;nggresula&#8221;.</p>
<p>Dan industri tidak berpihak kepada nilai &#8230; kalo&#8217; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.</p>
<p>But afterall .. nice posting Mon <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2161</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:14:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2161</guid>
		<description>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? :) Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu :) Kita perlu memeperbaiki itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</p>
<p>Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. </p>
<p>Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. </p>
<p>Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Kita perlu memeperbaiki itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: micokelana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2160</link>
		<dc:creator>micokelana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 11:48:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2160</guid>
		<description>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gak tau apanya yang &quot;besar&quot; yah..??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.</p>
<p>Tapi gak tau apanya yang &#8220;besar&#8221; yah..??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2741</link>
		<dc:creator>Kaldu Ayam</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 05:53:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2741</guid>
		<description>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comments on: Gerakan Syahwat Merdeka</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 08:03:22 -0700</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3980</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:46:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3980</guid>
		<description>White dictator?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>White dictator?</p>
<p>Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Harry</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3979</link>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:24:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3979</guid>
		<description>&lt;b&gt;demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  :)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</b></p>
<p>Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. </p>
<p>Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.</p>
<p>Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.</p>
<p>Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sayyid</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3771</link>
		<dc:creator>Sayyid</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 06:47:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3771</guid>
		<description>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga.... Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &quot;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&quot; hahahahahha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga&#8230;. Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &#8220;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&#8221; hahahahahha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3650</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:10:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3650</guid>
		<description>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Makanya... sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.</p>
<p>Makanya&#8230; sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3649</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3649</guid>
		<description>Niat baik melindungi anak-anak...eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &quot;kotor&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik melindungi anak-anak&#8230;eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum</p>
<p>emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &#8220;kotor&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: victor</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2743</link>
		<dc:creator>victor</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 09:03:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2743</guid>
		<description>Mas Kaldu Ayam, &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;krisbiantoro rahmatkartolo&lt;br/&gt;Maksud Lo?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah.... ada2 aja pikiran ente</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Kaldu Ayam, </p>
<p>krisbiantoro rahmatkartolo<br />Maksud Lo?</p>
<p>gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah&#8230;. ada2 aja pikiran ente</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kaldu Ayam</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2741</link>
		<dc:creator>Kaldu Ayam</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 05:53:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2741</guid>
		<description>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 3</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2229</link>
		<dc:creator>3</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2007 06:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2229</guid>
		<description>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later... malah &quot;muak&quot; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi cuap2 masalah &quot;congkak luar biasa&quot;. If those who want control over their bodies are considered arrogant... then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &quot;Arrogant&quot; seems to be an understatement, to say the least.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.</p>
<p>Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later&#8230; malah &#8220;muak&#8221; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. </p>
<p>Belum lagi cuap2 masalah &#8220;congkak luar biasa&#8221;. If those who want control over their bodies are considered arrogant&#8230; then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &#8220;Arrogant&#8221; seems to be an understatement, to say the least.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: isyana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2200</link>
		<dc:creator>isyana</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 14:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2200</guid>
		<description>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#039;s orasi budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kan ada tuh perintah yang &#039;thy must not mention god&#039;s name in vain&#039;(? kalo nggak salah...) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya...). cause for me, it&#039;s actually two sides of the same coin.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*rant mode off*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#8217;s orasi budaya. </p>
<p>secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. </p>
<p>terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. </p>
<p>kan ada tuh perintah yang &#8216;thy must not mention god&#8217;s name in vain&#8217;(? kalo nggak salah&#8230;) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. </p>
<p>so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya&#8230;). cause for me, it&#8217;s actually two sides of the same coin.   </p>
<p>*rant mode off*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2197</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 06:51:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2197</guid>
		<description>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dinautami</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2196</link>
		<dc:creator>dinautami</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 05:05:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2196</guid>
		<description>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..&lt;br /&gt;jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..<br />jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2195</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 02:25:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2195</guid>
		<description>@memeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@memeh</p>
<p>anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Memeh</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2178</link>
		<dc:creator>Memeh</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jan 2007 06:28:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2178</guid>
		<description>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh relevan ga sih comment-ku?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?</p>
<p>Eh relevan ga sih comment-ku?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2169</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2007 03:43:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2169</guid>
		<description>Arka: Makasih :) Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Arka: Makasih <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: luthfi</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2166</link>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2166</guid>
		<description>wah, byk jg yg nganalisa yaks.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, byk jg yg nganalisa yaks&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2165</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:26:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2165</guid>
		<description>@herman; tuh dijawab sama victor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja ... huahahaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@herman; tuh dijawab sama victor</p>
<p>@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja &#8230; huahahaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2163</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:54:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2163</guid>
		<description>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat beliau itu meski terlihat &quot;radikal kanan&quot; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku setuju ama victor : equilibrium needed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal sastra ... memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &quot;nggresula&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan industri tidak berpihak kepada nilai ... kalo&#039; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But afterall .. nice posting Mon :) you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.</p>
<p>Pendapat beliau itu meski terlihat &#8220;radikal kanan&#8221; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.</p>
<p>aku setuju ama victor : equilibrium needed.</p>
<p>Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.</p>
<p>Bicara soal sastra &#8230; memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.</p>
<p>Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &#8220;nggresula&#8221;.</p>
<p>Dan industri tidak berpihak kepada nilai &#8230; kalo&#8217; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.</p>
<p>But afterall .. nice posting Mon <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2161</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:14:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2161</guid>
		<description>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? :) Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu :) Kita perlu memeperbaiki itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</p>
<p>Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. </p>
<p>Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. </p>
<p>Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Kita perlu memeperbaiki itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: micokelana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2160</link>
		<dc:creator>micokelana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 11:48:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2160</guid>
		<description>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gak tau apanya yang &quot;besar&quot; yah..??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.</p>
<p>Tapi gak tau apanya yang &#8220;besar&#8221; yah..??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2229</link>
		<dc:creator>3</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2007 06:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2229</guid>
		<description>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later... malah &quot;muak&quot; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi cuap2 masalah &quot;congkak luar biasa&quot;. If those who want control over their bodies are considered arrogant... then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &quot;Arrogant&quot; seems to be an understatement, to say the least.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.</p>
<p>Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later&#8230; malah &#8220;muak&#8221; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. </p>
<p>Belum lagi cuap2 masalah &#8220;congkak luar biasa&#8221;. If those who want control over their bodies are considered arrogant&#8230; then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &#8220;Arrogant&#8221; seems to be an understatement, to say the least.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comments on: Gerakan Syahwat Merdeka</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 08:03:22 -0700</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3980</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:46:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3980</guid>
		<description>White dictator?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>White dictator?</p>
<p>Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Harry</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3979</link>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:24:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3979</guid>
		<description>&lt;b&gt;demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  :)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</b></p>
<p>Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. </p>
<p>Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.</p>
<p>Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.</p>
<p>Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sayyid</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3771</link>
		<dc:creator>Sayyid</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 06:47:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3771</guid>
		<description>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga.... Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &quot;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&quot; hahahahahha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga&#8230;. Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &#8220;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&#8221; hahahahahha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3650</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:10:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3650</guid>
		<description>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Makanya... sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.</p>
<p>Makanya&#8230; sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3649</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3649</guid>
		<description>Niat baik melindungi anak-anak...eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &quot;kotor&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik melindungi anak-anak&#8230;eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum</p>
<p>emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &#8220;kotor&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: victor</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2743</link>
		<dc:creator>victor</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 09:03:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2743</guid>
		<description>Mas Kaldu Ayam, &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;krisbiantoro rahmatkartolo&lt;br/&gt;Maksud Lo?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah.... ada2 aja pikiran ente</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Kaldu Ayam, </p>
<p>krisbiantoro rahmatkartolo<br />Maksud Lo?</p>
<p>gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah&#8230;. ada2 aja pikiran ente</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kaldu Ayam</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2741</link>
		<dc:creator>Kaldu Ayam</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 05:53:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2741</guid>
		<description>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 3</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2229</link>
		<dc:creator>3</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2007 06:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2229</guid>
		<description>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later... malah &quot;muak&quot; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi cuap2 masalah &quot;congkak luar biasa&quot;. If those who want control over their bodies are considered arrogant... then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &quot;Arrogant&quot; seems to be an understatement, to say the least.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.</p>
<p>Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later&#8230; malah &#8220;muak&#8221; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. </p>
<p>Belum lagi cuap2 masalah &#8220;congkak luar biasa&#8221;. If those who want control over their bodies are considered arrogant&#8230; then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &#8220;Arrogant&#8221; seems to be an understatement, to say the least.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: isyana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2200</link>
		<dc:creator>isyana</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 14:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2200</guid>
		<description>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#039;s orasi budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kan ada tuh perintah yang &#039;thy must not mention god&#039;s name in vain&#039;(? kalo nggak salah...) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya...). cause for me, it&#039;s actually two sides of the same coin.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*rant mode off*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#8217;s orasi budaya. </p>
<p>secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. </p>
<p>terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. </p>
<p>kan ada tuh perintah yang &#8216;thy must not mention god&#8217;s name in vain&#8217;(? kalo nggak salah&#8230;) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. </p>
<p>so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya&#8230;). cause for me, it&#8217;s actually two sides of the same coin.   </p>
<p>*rant mode off*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2197</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 06:51:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2197</guid>
		<description>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dinautami</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2196</link>
		<dc:creator>dinautami</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 05:05:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2196</guid>
		<description>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..&lt;br /&gt;jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..<br />jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2195</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 02:25:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2195</guid>
		<description>@memeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@memeh</p>
<p>anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Memeh</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2178</link>
		<dc:creator>Memeh</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jan 2007 06:28:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2178</guid>
		<description>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh relevan ga sih comment-ku?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?</p>
<p>Eh relevan ga sih comment-ku?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2169</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2007 03:43:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2169</guid>
		<description>Arka: Makasih :) Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Arka: Makasih <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: luthfi</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2166</link>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2166</guid>
		<description>wah, byk jg yg nganalisa yaks.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, byk jg yg nganalisa yaks&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2165</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:26:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2165</guid>
		<description>@herman; tuh dijawab sama victor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja ... huahahaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@herman; tuh dijawab sama victor</p>
<p>@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja &#8230; huahahaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2163</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:54:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2163</guid>
		<description>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat beliau itu meski terlihat &quot;radikal kanan&quot; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku setuju ama victor : equilibrium needed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal sastra ... memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &quot;nggresula&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan industri tidak berpihak kepada nilai ... kalo&#039; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But afterall .. nice posting Mon :) you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.</p>
<p>Pendapat beliau itu meski terlihat &#8220;radikal kanan&#8221; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.</p>
<p>aku setuju ama victor : equilibrium needed.</p>
<p>Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.</p>
<p>Bicara soal sastra &#8230; memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.</p>
<p>Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &#8220;nggresula&#8221;.</p>
<p>Dan industri tidak berpihak kepada nilai &#8230; kalo&#8217; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.</p>
<p>But afterall .. nice posting Mon <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2161</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:14:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2161</guid>
		<description>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? :) Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu :) Kita perlu memeperbaiki itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</p>
<p>Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. </p>
<p>Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. </p>
<p>Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Kita perlu memeperbaiki itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: micokelana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2160</link>
		<dc:creator>micokelana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 11:48:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2160</guid>
		<description>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gak tau apanya yang &quot;besar&quot; yah..??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.</p>
<p>Tapi gak tau apanya yang &#8220;besar&#8221; yah..??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2200</link>
		<dc:creator>isyana</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 14:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2200</guid>
		<description>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#039;s orasi budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kan ada tuh perintah yang &#039;thy must not mention god&#039;s name in vain&#039;(? kalo nggak salah...) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya...). cause for me, it&#039;s actually two sides of the same coin.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*rant mode off*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#8217;s orasi budaya. </p>
<p>secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. </p>
<p>terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. </p>
<p>kan ada tuh perintah yang &#8216;thy must not mention god&#8217;s name in vain&#8217;(? kalo nggak salah&#8230;) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. </p>
<p>so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya&#8230;). cause for me, it&#8217;s actually two sides of the same coin.   </p>
<p>*rant mode off*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comments on: Gerakan Syahwat Merdeka</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 08:03:22 -0700</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3980</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:46:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3980</guid>
		<description>White dictator?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>White dictator?</p>
<p>Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Harry</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3979</link>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:24:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3979</guid>
		<description>&lt;b&gt;demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  :)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</b></p>
<p>Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. </p>
<p>Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.</p>
<p>Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.</p>
<p>Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sayyid</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3771</link>
		<dc:creator>Sayyid</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 06:47:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3771</guid>
		<description>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga.... Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &quot;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&quot; hahahahahha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga&#8230;. Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &#8220;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&#8221; hahahahahha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3650</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:10:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3650</guid>
		<description>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Makanya... sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.</p>
<p>Makanya&#8230; sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3649</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3649</guid>
		<description>Niat baik melindungi anak-anak...eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &quot;kotor&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik melindungi anak-anak&#8230;eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum</p>
<p>emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &#8220;kotor&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: victor</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2743</link>
		<dc:creator>victor</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 09:03:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2743</guid>
		<description>Mas Kaldu Ayam, &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;krisbiantoro rahmatkartolo&lt;br/&gt;Maksud Lo?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah.... ada2 aja pikiran ente</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Kaldu Ayam, </p>
<p>krisbiantoro rahmatkartolo<br />Maksud Lo?</p>
<p>gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah&#8230;. ada2 aja pikiran ente</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kaldu Ayam</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2741</link>
		<dc:creator>Kaldu Ayam</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 05:53:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2741</guid>
		<description>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 3</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2229</link>
		<dc:creator>3</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2007 06:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2229</guid>
		<description>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later... malah &quot;muak&quot; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi cuap2 masalah &quot;congkak luar biasa&quot;. If those who want control over their bodies are considered arrogant... then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &quot;Arrogant&quot; seems to be an understatement, to say the least.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.</p>
<p>Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later&#8230; malah &#8220;muak&#8221; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. </p>
<p>Belum lagi cuap2 masalah &#8220;congkak luar biasa&#8221;. If those who want control over their bodies are considered arrogant&#8230; then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &#8220;Arrogant&#8221; seems to be an understatement, to say the least.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: isyana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2200</link>
		<dc:creator>isyana</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 14:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2200</guid>
		<description>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#039;s orasi budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kan ada tuh perintah yang &#039;thy must not mention god&#039;s name in vain&#039;(? kalo nggak salah...) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya...). cause for me, it&#039;s actually two sides of the same coin.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*rant mode off*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#8217;s orasi budaya. </p>
<p>secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. </p>
<p>terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. </p>
<p>kan ada tuh perintah yang &#8216;thy must not mention god&#8217;s name in vain&#8217;(? kalo nggak salah&#8230;) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. </p>
<p>so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya&#8230;). cause for me, it&#8217;s actually two sides of the same coin.   </p>
<p>*rant mode off*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2197</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 06:51:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2197</guid>
		<description>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dinautami</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2196</link>
		<dc:creator>dinautami</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 05:05:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2196</guid>
		<description>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..&lt;br /&gt;jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..<br />jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2195</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 02:25:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2195</guid>
		<description>@memeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@memeh</p>
<p>anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Memeh</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2178</link>
		<dc:creator>Memeh</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jan 2007 06:28:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2178</guid>
		<description>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh relevan ga sih comment-ku?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?</p>
<p>Eh relevan ga sih comment-ku?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2169</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2007 03:43:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2169</guid>
		<description>Arka: Makasih :) Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Arka: Makasih <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: luthfi</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2166</link>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2166</guid>
		<description>wah, byk jg yg nganalisa yaks.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, byk jg yg nganalisa yaks&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2165</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:26:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2165</guid>
		<description>@herman; tuh dijawab sama victor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja ... huahahaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@herman; tuh dijawab sama victor</p>
<p>@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja &#8230; huahahaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2163</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:54:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2163</guid>
		<description>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat beliau itu meski terlihat &quot;radikal kanan&quot; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku setuju ama victor : equilibrium needed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal sastra ... memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &quot;nggresula&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan industri tidak berpihak kepada nilai ... kalo&#039; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But afterall .. nice posting Mon :) you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.</p>
<p>Pendapat beliau itu meski terlihat &#8220;radikal kanan&#8221; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.</p>
<p>aku setuju ama victor : equilibrium needed.</p>
<p>Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.</p>
<p>Bicara soal sastra &#8230; memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.</p>
<p>Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &#8220;nggresula&#8221;.</p>
<p>Dan industri tidak berpihak kepada nilai &#8230; kalo&#8217; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.</p>
<p>But afterall .. nice posting Mon <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2161</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:14:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2161</guid>
		<description>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? :) Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu :) Kita perlu memeperbaiki itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</p>
<p>Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. </p>
<p>Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. </p>
<p>Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Kita perlu memeperbaiki itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: micokelana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2160</link>
		<dc:creator>micokelana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 11:48:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2160</guid>
		<description>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gak tau apanya yang &quot;besar&quot; yah..??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.</p>
<p>Tapi gak tau apanya yang &#8220;besar&#8221; yah..??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2197</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 06:51:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2197</guid>
		<description>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comments on: Gerakan Syahwat Merdeka</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 08:03:22 -0700</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3980</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:46:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3980</guid>
		<description>White dictator?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>White dictator?</p>
<p>Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Harry</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3979</link>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:24:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3979</guid>
		<description>&lt;b&gt;demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  :)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</b></p>
<p>Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. </p>
<p>Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.</p>
<p>Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.</p>
<p>Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sayyid</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3771</link>
		<dc:creator>Sayyid</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 06:47:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3771</guid>
		<description>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga.... Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &quot;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&quot; hahahahahha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga&#8230;. Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &#8220;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&#8221; hahahahahha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3650</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:10:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3650</guid>
		<description>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Makanya... sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.</p>
<p>Makanya&#8230; sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3649</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3649</guid>
		<description>Niat baik melindungi anak-anak...eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &quot;kotor&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik melindungi anak-anak&#8230;eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum</p>
<p>emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &#8220;kotor&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: victor</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2743</link>
		<dc:creator>victor</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 09:03:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2743</guid>
		<description>Mas Kaldu Ayam, &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;krisbiantoro rahmatkartolo&lt;br/&gt;Maksud Lo?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah.... ada2 aja pikiran ente</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Kaldu Ayam, </p>
<p>krisbiantoro rahmatkartolo<br />Maksud Lo?</p>
<p>gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah&#8230;. ada2 aja pikiran ente</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kaldu Ayam</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2741</link>
		<dc:creator>Kaldu Ayam</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 05:53:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2741</guid>
		<description>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 3</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2229</link>
		<dc:creator>3</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2007 06:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2229</guid>
		<description>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later... malah &quot;muak&quot; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi cuap2 masalah &quot;congkak luar biasa&quot;. If those who want control over their bodies are considered arrogant... then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &quot;Arrogant&quot; seems to be an understatement, to say the least.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.</p>
<p>Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later&#8230; malah &#8220;muak&#8221; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. </p>
<p>Belum lagi cuap2 masalah &#8220;congkak luar biasa&#8221;. If those who want control over their bodies are considered arrogant&#8230; then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &#8220;Arrogant&#8221; seems to be an understatement, to say the least.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: isyana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2200</link>
		<dc:creator>isyana</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 14:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2200</guid>
		<description>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#039;s orasi budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kan ada tuh perintah yang &#039;thy must not mention god&#039;s name in vain&#039;(? kalo nggak salah...) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya...). cause for me, it&#039;s actually two sides of the same coin.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*rant mode off*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#8217;s orasi budaya. </p>
<p>secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. </p>
<p>terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. </p>
<p>kan ada tuh perintah yang &#8216;thy must not mention god&#8217;s name in vain&#8217;(? kalo nggak salah&#8230;) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. </p>
<p>so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya&#8230;). cause for me, it&#8217;s actually two sides of the same coin.   </p>
<p>*rant mode off*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2197</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 06:51:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2197</guid>
		<description>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dinautami</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2196</link>
		<dc:creator>dinautami</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 05:05:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2196</guid>
		<description>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..&lt;br /&gt;jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..<br />jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2195</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 02:25:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2195</guid>
		<description>@memeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@memeh</p>
<p>anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Memeh</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2178</link>
		<dc:creator>Memeh</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jan 2007 06:28:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2178</guid>
		<description>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh relevan ga sih comment-ku?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?</p>
<p>Eh relevan ga sih comment-ku?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2169</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2007 03:43:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2169</guid>
		<description>Arka: Makasih :) Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Arka: Makasih <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: luthfi</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2166</link>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2166</guid>
		<description>wah, byk jg yg nganalisa yaks.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, byk jg yg nganalisa yaks&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2165</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:26:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2165</guid>
		<description>@herman; tuh dijawab sama victor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja ... huahahaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@herman; tuh dijawab sama victor</p>
<p>@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja &#8230; huahahaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2163</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:54:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2163</guid>
		<description>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat beliau itu meski terlihat &quot;radikal kanan&quot; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku setuju ama victor : equilibrium needed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal sastra ... memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &quot;nggresula&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan industri tidak berpihak kepada nilai ... kalo&#039; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But afterall .. nice posting Mon :) you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.</p>
<p>Pendapat beliau itu meski terlihat &#8220;radikal kanan&#8221; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.</p>
<p>aku setuju ama victor : equilibrium needed.</p>
<p>Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.</p>
<p>Bicara soal sastra &#8230; memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.</p>
<p>Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &#8220;nggresula&#8221;.</p>
<p>Dan industri tidak berpihak kepada nilai &#8230; kalo&#8217; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.</p>
<p>But afterall .. nice posting Mon <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2161</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:14:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2161</guid>
		<description>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? :) Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu :) Kita perlu memeperbaiki itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</p>
<p>Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. </p>
<p>Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. </p>
<p>Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Kita perlu memeperbaiki itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: micokelana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2160</link>
		<dc:creator>micokelana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 11:48:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2160</guid>
		<description>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gak tau apanya yang &quot;besar&quot; yah..??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.</p>
<p>Tapi gak tau apanya yang &#8220;besar&#8221; yah..??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2196</link>
		<dc:creator>dinautami</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 05:05:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2196</guid>
		<description>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..&lt;br /&gt;jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..<br />jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comments on: Gerakan Syahwat Merdeka</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 08:03:22 -0700</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3980</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:46:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3980</guid>
		<description>White dictator?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>White dictator?</p>
<p>Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Harry</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3979</link>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:24:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3979</guid>
		<description>&lt;b&gt;demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  :)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</b></p>
<p>Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. </p>
<p>Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.</p>
<p>Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.</p>
<p>Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sayyid</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3771</link>
		<dc:creator>Sayyid</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 06:47:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3771</guid>
		<description>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga.... Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &quot;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&quot; hahahahahha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga&#8230;. Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &#8220;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&#8221; hahahahahha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3650</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:10:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3650</guid>
		<description>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Makanya... sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.</p>
<p>Makanya&#8230; sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3649</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3649</guid>
		<description>Niat baik melindungi anak-anak...eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &quot;kotor&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik melindungi anak-anak&#8230;eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum</p>
<p>emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &#8220;kotor&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: victor</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2743</link>
		<dc:creator>victor</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 09:03:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2743</guid>
		<description>Mas Kaldu Ayam, &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;krisbiantoro rahmatkartolo&lt;br/&gt;Maksud Lo?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah.... ada2 aja pikiran ente</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Kaldu Ayam, </p>
<p>krisbiantoro rahmatkartolo<br />Maksud Lo?</p>
<p>gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah&#8230;. ada2 aja pikiran ente</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kaldu Ayam</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2741</link>
		<dc:creator>Kaldu Ayam</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 05:53:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2741</guid>
		<description>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 3</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2229</link>
		<dc:creator>3</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2007 06:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2229</guid>
		<description>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later... malah &quot;muak&quot; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi cuap2 masalah &quot;congkak luar biasa&quot;. If those who want control over their bodies are considered arrogant... then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &quot;Arrogant&quot; seems to be an understatement, to say the least.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.</p>
<p>Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later&#8230; malah &#8220;muak&#8221; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. </p>
<p>Belum lagi cuap2 masalah &#8220;congkak luar biasa&#8221;. If those who want control over their bodies are considered arrogant&#8230; then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &#8220;Arrogant&#8221; seems to be an understatement, to say the least.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: isyana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2200</link>
		<dc:creator>isyana</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 14:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2200</guid>
		<description>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#039;s orasi budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kan ada tuh perintah yang &#039;thy must not mention god&#039;s name in vain&#039;(? kalo nggak salah...) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya...). cause for me, it&#039;s actually two sides of the same coin.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*rant mode off*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#8217;s orasi budaya. </p>
<p>secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. </p>
<p>terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. </p>
<p>kan ada tuh perintah yang &#8216;thy must not mention god&#8217;s name in vain&#8217;(? kalo nggak salah&#8230;) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. </p>
<p>so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya&#8230;). cause for me, it&#8217;s actually two sides of the same coin.   </p>
<p>*rant mode off*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2197</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 06:51:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2197</guid>
		<description>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dinautami</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2196</link>
		<dc:creator>dinautami</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 05:05:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2196</guid>
		<description>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..&lt;br /&gt;jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..<br />jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2195</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 02:25:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2195</guid>
		<description>@memeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@memeh</p>
<p>anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Memeh</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2178</link>
		<dc:creator>Memeh</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jan 2007 06:28:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2178</guid>
		<description>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh relevan ga sih comment-ku?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?</p>
<p>Eh relevan ga sih comment-ku?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2169</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2007 03:43:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2169</guid>
		<description>Arka: Makasih :) Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Arka: Makasih <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: luthfi</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2166</link>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2166</guid>
		<description>wah, byk jg yg nganalisa yaks.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, byk jg yg nganalisa yaks&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2165</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:26:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2165</guid>
		<description>@herman; tuh dijawab sama victor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja ... huahahaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@herman; tuh dijawab sama victor</p>
<p>@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja &#8230; huahahaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2163</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:54:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2163</guid>
		<description>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat beliau itu meski terlihat &quot;radikal kanan&quot; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku setuju ama victor : equilibrium needed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal sastra ... memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &quot;nggresula&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan industri tidak berpihak kepada nilai ... kalo&#039; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But afterall .. nice posting Mon :) you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.</p>
<p>Pendapat beliau itu meski terlihat &#8220;radikal kanan&#8221; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.</p>
<p>aku setuju ama victor : equilibrium needed.</p>
<p>Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.</p>
<p>Bicara soal sastra &#8230; memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.</p>
<p>Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &#8220;nggresula&#8221;.</p>
<p>Dan industri tidak berpihak kepada nilai &#8230; kalo&#8217; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.</p>
<p>But afterall .. nice posting Mon <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2161</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:14:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2161</guid>
		<description>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? :) Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu :) Kita perlu memeperbaiki itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</p>
<p>Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. </p>
<p>Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. </p>
<p>Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Kita perlu memeperbaiki itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: micokelana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2160</link>
		<dc:creator>micokelana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 11:48:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2160</guid>
		<description>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gak tau apanya yang &quot;besar&quot; yah..??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.</p>
<p>Tapi gak tau apanya yang &#8220;besar&#8221; yah..??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2195</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 02:25:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2195</guid>
		<description>@memeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@memeh</p>
<p>anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comments on: Gerakan Syahwat Merdeka</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 08:03:22 -0700</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3980</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:46:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3980</guid>
		<description>White dictator?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>White dictator?</p>
<p>Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Harry</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3979</link>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:24:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3979</guid>
		<description>&lt;b&gt;demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  :)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</b></p>
<p>Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. </p>
<p>Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.</p>
<p>Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.</p>
<p>Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sayyid</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3771</link>
		<dc:creator>Sayyid</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 06:47:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3771</guid>
		<description>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga.... Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &quot;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&quot; hahahahahha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga&#8230;. Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &#8220;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&#8221; hahahahahha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3650</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:10:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3650</guid>
		<description>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Makanya... sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.</p>
<p>Makanya&#8230; sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3649</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3649</guid>
		<description>Niat baik melindungi anak-anak...eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &quot;kotor&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik melindungi anak-anak&#8230;eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum</p>
<p>emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &#8220;kotor&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: victor</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2743</link>
		<dc:creator>victor</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 09:03:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2743</guid>
		<description>Mas Kaldu Ayam, &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;krisbiantoro rahmatkartolo&lt;br/&gt;Maksud Lo?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah.... ada2 aja pikiran ente</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Kaldu Ayam, </p>
<p>krisbiantoro rahmatkartolo<br />Maksud Lo?</p>
<p>gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah&#8230;. ada2 aja pikiran ente</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kaldu Ayam</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2741</link>
		<dc:creator>Kaldu Ayam</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 05:53:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2741</guid>
		<description>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 3</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2229</link>
		<dc:creator>3</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2007 06:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2229</guid>
		<description>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later... malah &quot;muak&quot; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi cuap2 masalah &quot;congkak luar biasa&quot;. If those who want control over their bodies are considered arrogant... then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &quot;Arrogant&quot; seems to be an understatement, to say the least.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.</p>
<p>Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later&#8230; malah &#8220;muak&#8221; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. </p>
<p>Belum lagi cuap2 masalah &#8220;congkak luar biasa&#8221;. If those who want control over their bodies are considered arrogant&#8230; then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &#8220;Arrogant&#8221; seems to be an understatement, to say the least.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: isyana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2200</link>
		<dc:creator>isyana</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 14:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2200</guid>
		<description>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#039;s orasi budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kan ada tuh perintah yang &#039;thy must not mention god&#039;s name in vain&#039;(? kalo nggak salah...) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya...). cause for me, it&#039;s actually two sides of the same coin.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*rant mode off*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#8217;s orasi budaya. </p>
<p>secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. </p>
<p>terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. </p>
<p>kan ada tuh perintah yang &#8216;thy must not mention god&#8217;s name in vain&#8217;(? kalo nggak salah&#8230;) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. </p>
<p>so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya&#8230;). cause for me, it&#8217;s actually two sides of the same coin.   </p>
<p>*rant mode off*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2197</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 06:51:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2197</guid>
		<description>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dinautami</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2196</link>
		<dc:creator>dinautami</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 05:05:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2196</guid>
		<description>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..&lt;br /&gt;jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..<br />jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2195</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 02:25:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2195</guid>
		<description>@memeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@memeh</p>
<p>anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Memeh</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2178</link>
		<dc:creator>Memeh</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jan 2007 06:28:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2178</guid>
		<description>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh relevan ga sih comment-ku?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?</p>
<p>Eh relevan ga sih comment-ku?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2169</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2007 03:43:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2169</guid>
		<description>Arka: Makasih :) Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Arka: Makasih <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: luthfi</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2166</link>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2166</guid>
		<description>wah, byk jg yg nganalisa yaks.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, byk jg yg nganalisa yaks&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2165</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:26:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2165</guid>
		<description>@herman; tuh dijawab sama victor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja ... huahahaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@herman; tuh dijawab sama victor</p>
<p>@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja &#8230; huahahaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2163</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:54:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2163</guid>
		<description>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat beliau itu meski terlihat &quot;radikal kanan&quot; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku setuju ama victor : equilibrium needed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal sastra ... memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &quot;nggresula&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan industri tidak berpihak kepada nilai ... kalo&#039; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But afterall .. nice posting Mon :) you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.</p>
<p>Pendapat beliau itu meski terlihat &#8220;radikal kanan&#8221; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.</p>
<p>aku setuju ama victor : equilibrium needed.</p>
<p>Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.</p>
<p>Bicara soal sastra &#8230; memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.</p>
<p>Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &#8220;nggresula&#8221;.</p>
<p>Dan industri tidak berpihak kepada nilai &#8230; kalo&#8217; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.</p>
<p>But afterall .. nice posting Mon <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2161</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:14:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2161</guid>
		<description>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? :) Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu :) Kita perlu memeperbaiki itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</p>
<p>Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. </p>
<p>Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. </p>
<p>Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Kita perlu memeperbaiki itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: micokelana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2160</link>
		<dc:creator>micokelana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 11:48:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2160</guid>
		<description>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gak tau apanya yang &quot;besar&quot; yah..??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.</p>
<p>Tapi gak tau apanya yang &#8220;besar&#8221; yah..??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2178</link>
		<dc:creator>Memeh</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jan 2007 06:28:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2178</guid>
		<description>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh relevan ga sih comment-ku?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?</p>
<p>Eh relevan ga sih comment-ku?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comments on: Gerakan Syahwat Merdeka</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 08:03:22 -0700</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3980</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:46:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3980</guid>
		<description>White dictator?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>White dictator?</p>
<p>Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Harry</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3979</link>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:24:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3979</guid>
		<description>&lt;b&gt;demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  :)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</b></p>
<p>Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. </p>
<p>Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.</p>
<p>Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.</p>
<p>Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sayyid</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3771</link>
		<dc:creator>Sayyid</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 06:47:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3771</guid>
		<description>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga.... Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &quot;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&quot; hahahahahha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga&#8230;. Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &#8220;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&#8221; hahahahahha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3650</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:10:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3650</guid>
		<description>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Makanya... sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.</p>
<p>Makanya&#8230; sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3649</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3649</guid>
		<description>Niat baik melindungi anak-anak...eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &quot;kotor&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik melindungi anak-anak&#8230;eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum</p>
<p>emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &#8220;kotor&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: victor</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2743</link>
		<dc:creator>victor</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 09:03:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2743</guid>
		<description>Mas Kaldu Ayam, &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;krisbiantoro rahmatkartolo&lt;br/&gt;Maksud Lo?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah.... ada2 aja pikiran ente</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Kaldu Ayam, </p>
<p>krisbiantoro rahmatkartolo<br />Maksud Lo?</p>
<p>gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah&#8230;. ada2 aja pikiran ente</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kaldu Ayam</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2741</link>
		<dc:creator>Kaldu Ayam</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 05:53:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2741</guid>
		<description>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 3</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2229</link>
		<dc:creator>3</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2007 06:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2229</guid>
		<description>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later... malah &quot;muak&quot; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi cuap2 masalah &quot;congkak luar biasa&quot;. If those who want control over their bodies are considered arrogant... then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &quot;Arrogant&quot; seems to be an understatement, to say the least.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.</p>
<p>Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later&#8230; malah &#8220;muak&#8221; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. </p>
<p>Belum lagi cuap2 masalah &#8220;congkak luar biasa&#8221;. If those who want control over their bodies are considered arrogant&#8230; then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &#8220;Arrogant&#8221; seems to be an understatement, to say the least.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: isyana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2200</link>
		<dc:creator>isyana</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 14:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2200</guid>
		<description>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#039;s orasi budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kan ada tuh perintah yang &#039;thy must not mention god&#039;s name in vain&#039;(? kalo nggak salah...) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya...). cause for me, it&#039;s actually two sides of the same coin.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*rant mode off*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#8217;s orasi budaya. </p>
<p>secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. </p>
<p>terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. </p>
<p>kan ada tuh perintah yang &#8216;thy must not mention god&#8217;s name in vain&#8217;(? kalo nggak salah&#8230;) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. </p>
<p>so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya&#8230;). cause for me, it&#8217;s actually two sides of the same coin.   </p>
<p>*rant mode off*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2197</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 06:51:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2197</guid>
		<description>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dinautami</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2196</link>
		<dc:creator>dinautami</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 05:05:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2196</guid>
		<description>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..&lt;br /&gt;jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..<br />jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2195</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 02:25:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2195</guid>
		<description>@memeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@memeh</p>
<p>anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Memeh</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2178</link>
		<dc:creator>Memeh</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jan 2007 06:28:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2178</guid>
		<description>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh relevan ga sih comment-ku?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?</p>
<p>Eh relevan ga sih comment-ku?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2169</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2007 03:43:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2169</guid>
		<description>Arka: Makasih :) Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Arka: Makasih <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: luthfi</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2166</link>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2166</guid>
		<description>wah, byk jg yg nganalisa yaks.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, byk jg yg nganalisa yaks&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2165</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:26:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2165</guid>
		<description>@herman; tuh dijawab sama victor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja ... huahahaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@herman; tuh dijawab sama victor</p>
<p>@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja &#8230; huahahaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2163</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:54:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2163</guid>
		<description>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat beliau itu meski terlihat &quot;radikal kanan&quot; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku setuju ama victor : equilibrium needed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal sastra ... memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &quot;nggresula&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan industri tidak berpihak kepada nilai ... kalo&#039; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But afterall .. nice posting Mon :) you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.</p>
<p>Pendapat beliau itu meski terlihat &#8220;radikal kanan&#8221; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.</p>
<p>aku setuju ama victor : equilibrium needed.</p>
<p>Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.</p>
<p>Bicara soal sastra &#8230; memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.</p>
<p>Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &#8220;nggresula&#8221;.</p>
<p>Dan industri tidak berpihak kepada nilai &#8230; kalo&#8217; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.</p>
<p>But afterall .. nice posting Mon <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2161</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:14:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2161</guid>
		<description>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? :) Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu :) Kita perlu memeperbaiki itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</p>
<p>Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. </p>
<p>Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. </p>
<p>Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Kita perlu memeperbaiki itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: micokelana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2160</link>
		<dc:creator>micokelana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 11:48:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2160</guid>
		<description>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gak tau apanya yang &quot;besar&quot; yah..??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.</p>
<p>Tapi gak tau apanya yang &#8220;besar&#8221; yah..??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2169</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2007 03:43:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2169</guid>
		<description>Arka: Makasih :) Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Arka: Makasih <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comments on: Gerakan Syahwat Merdeka</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 08:03:22 -0700</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3980</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:46:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3980</guid>
		<description>White dictator?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>White dictator?</p>
<p>Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Harry</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3979</link>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:24:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3979</guid>
		<description>&lt;b&gt;demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  :)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</b></p>
<p>Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. </p>
<p>Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.</p>
<p>Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.</p>
<p>Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sayyid</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3771</link>
		<dc:creator>Sayyid</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 06:47:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3771</guid>
		<description>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga.... Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &quot;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&quot; hahahahahha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga&#8230;. Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &#8220;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&#8221; hahahahahha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3650</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:10:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3650</guid>
		<description>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Makanya... sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.</p>
<p>Makanya&#8230; sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3649</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3649</guid>
		<description>Niat baik melindungi anak-anak...eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &quot;kotor&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik melindungi anak-anak&#8230;eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum</p>
<p>emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &#8220;kotor&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: victor</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2743</link>
		<dc:creator>victor</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 09:03:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2743</guid>
		<description>Mas Kaldu Ayam, &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;krisbiantoro rahmatkartolo&lt;br/&gt;Maksud Lo?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah.... ada2 aja pikiran ente</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Kaldu Ayam, </p>
<p>krisbiantoro rahmatkartolo<br />Maksud Lo?</p>
<p>gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah&#8230;. ada2 aja pikiran ente</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kaldu Ayam</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2741</link>
		<dc:creator>Kaldu Ayam</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 05:53:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2741</guid>
		<description>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 3</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2229</link>
		<dc:creator>3</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2007 06:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2229</guid>
		<description>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later... malah &quot;muak&quot; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi cuap2 masalah &quot;congkak luar biasa&quot;. If those who want control over their bodies are considered arrogant... then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &quot;Arrogant&quot; seems to be an understatement, to say the least.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.</p>
<p>Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later&#8230; malah &#8220;muak&#8221; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. </p>
<p>Belum lagi cuap2 masalah &#8220;congkak luar biasa&#8221;. If those who want control over their bodies are considered arrogant&#8230; then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &#8220;Arrogant&#8221; seems to be an understatement, to say the least.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: isyana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2200</link>
		<dc:creator>isyana</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 14:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2200</guid>
		<description>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#039;s orasi budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kan ada tuh perintah yang &#039;thy must not mention god&#039;s name in vain&#039;(? kalo nggak salah...) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya...). cause for me, it&#039;s actually two sides of the same coin.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*rant mode off*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#8217;s orasi budaya. </p>
<p>secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. </p>
<p>terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. </p>
<p>kan ada tuh perintah yang &#8216;thy must not mention god&#8217;s name in vain&#8217;(? kalo nggak salah&#8230;) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. </p>
<p>so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya&#8230;). cause for me, it&#8217;s actually two sides of the same coin.   </p>
<p>*rant mode off*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2197</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 06:51:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2197</guid>
		<description>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dinautami</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2196</link>
		<dc:creator>dinautami</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 05:05:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2196</guid>
		<description>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..&lt;br /&gt;jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..<br />jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2195</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 02:25:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2195</guid>
		<description>@memeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@memeh</p>
<p>anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Memeh</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2178</link>
		<dc:creator>Memeh</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jan 2007 06:28:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2178</guid>
		<description>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh relevan ga sih comment-ku?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?</p>
<p>Eh relevan ga sih comment-ku?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2169</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2007 03:43:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2169</guid>
		<description>Arka: Makasih :) Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Arka: Makasih <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: luthfi</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2166</link>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2166</guid>
		<description>wah, byk jg yg nganalisa yaks.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, byk jg yg nganalisa yaks&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2165</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:26:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2165</guid>
		<description>@herman; tuh dijawab sama victor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja ... huahahaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@herman; tuh dijawab sama victor</p>
<p>@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja &#8230; huahahaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2163</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:54:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2163</guid>
		<description>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat beliau itu meski terlihat &quot;radikal kanan&quot; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku setuju ama victor : equilibrium needed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal sastra ... memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &quot;nggresula&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan industri tidak berpihak kepada nilai ... kalo&#039; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But afterall .. nice posting Mon :) you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.</p>
<p>Pendapat beliau itu meski terlihat &#8220;radikal kanan&#8221; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.</p>
<p>aku setuju ama victor : equilibrium needed.</p>
<p>Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.</p>
<p>Bicara soal sastra &#8230; memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.</p>
<p>Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &#8220;nggresula&#8221;.</p>
<p>Dan industri tidak berpihak kepada nilai &#8230; kalo&#8217; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.</p>
<p>But afterall .. nice posting Mon <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2161</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:14:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2161</guid>
		<description>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? :) Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu :) Kita perlu memeperbaiki itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</p>
<p>Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. </p>
<p>Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. </p>
<p>Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Kita perlu memeperbaiki itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: micokelana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2160</link>
		<dc:creator>micokelana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 11:48:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2160</guid>
		<description>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gak tau apanya yang &quot;besar&quot; yah..??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.</p>
<p>Tapi gak tau apanya yang &#8220;besar&#8221; yah..??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2166</link>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2166</guid>
		<description>wah, byk jg yg nganalisa yaks.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, byk jg yg nganalisa yaks&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comments on: Gerakan Syahwat Merdeka</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 08:03:22 -0700</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3980</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:46:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3980</guid>
		<description>White dictator?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>White dictator?</p>
<p>Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Harry</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3979</link>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:24:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3979</guid>
		<description>&lt;b&gt;demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  :)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</b></p>
<p>Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. </p>
<p>Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.</p>
<p>Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.</p>
<p>Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sayyid</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3771</link>
		<dc:creator>Sayyid</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 06:47:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3771</guid>
		<description>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga.... Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &quot;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&quot; hahahahahha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga&#8230;. Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &#8220;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&#8221; hahahahahha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3650</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:10:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3650</guid>
		<description>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Makanya... sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.</p>
<p>Makanya&#8230; sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3649</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3649</guid>
		<description>Niat baik melindungi anak-anak...eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &quot;kotor&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik melindungi anak-anak&#8230;eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum</p>
<p>emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &#8220;kotor&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: victor</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2743</link>
		<dc:creator>victor</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 09:03:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2743</guid>
		<description>Mas Kaldu Ayam, &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;krisbiantoro rahmatkartolo&lt;br/&gt;Maksud Lo?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah.... ada2 aja pikiran ente</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Kaldu Ayam, </p>
<p>krisbiantoro rahmatkartolo<br />Maksud Lo?</p>
<p>gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah&#8230;. ada2 aja pikiran ente</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kaldu Ayam</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2741</link>
		<dc:creator>Kaldu Ayam</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 05:53:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2741</guid>
		<description>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 3</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2229</link>
		<dc:creator>3</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2007 06:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2229</guid>
		<description>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later... malah &quot;muak&quot; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi cuap2 masalah &quot;congkak luar biasa&quot;. If those who want control over their bodies are considered arrogant... then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &quot;Arrogant&quot; seems to be an understatement, to say the least.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.</p>
<p>Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later&#8230; malah &#8220;muak&#8221; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. </p>
<p>Belum lagi cuap2 masalah &#8220;congkak luar biasa&#8221;. If those who want control over their bodies are considered arrogant&#8230; then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &#8220;Arrogant&#8221; seems to be an understatement, to say the least.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: isyana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2200</link>
		<dc:creator>isyana</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 14:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2200</guid>
		<description>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#039;s orasi budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kan ada tuh perintah yang &#039;thy must not mention god&#039;s name in vain&#039;(? kalo nggak salah...) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya...). cause for me, it&#039;s actually two sides of the same coin.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*rant mode off*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#8217;s orasi budaya. </p>
<p>secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. </p>
<p>terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. </p>
<p>kan ada tuh perintah yang &#8216;thy must not mention god&#8217;s name in vain&#8217;(? kalo nggak salah&#8230;) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. </p>
<p>so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya&#8230;). cause for me, it&#8217;s actually two sides of the same coin.   </p>
<p>*rant mode off*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2197</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 06:51:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2197</guid>
		<description>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dinautami</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2196</link>
		<dc:creator>dinautami</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 05:05:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2196</guid>
		<description>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..&lt;br /&gt;jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..<br />jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2195</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 02:25:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2195</guid>
		<description>@memeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@memeh</p>
<p>anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Memeh</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2178</link>
		<dc:creator>Memeh</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jan 2007 06:28:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2178</guid>
		<description>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh relevan ga sih comment-ku?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?</p>
<p>Eh relevan ga sih comment-ku?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2169</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2007 03:43:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2169</guid>
		<description>Arka: Makasih :) Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Arka: Makasih <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: luthfi</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2166</link>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2166</guid>
		<description>wah, byk jg yg nganalisa yaks.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, byk jg yg nganalisa yaks&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2165</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:26:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2165</guid>
		<description>@herman; tuh dijawab sama victor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja ... huahahaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@herman; tuh dijawab sama victor</p>
<p>@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja &#8230; huahahaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2163</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:54:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2163</guid>
		<description>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat beliau itu meski terlihat &quot;radikal kanan&quot; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku setuju ama victor : equilibrium needed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal sastra ... memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &quot;nggresula&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan industri tidak berpihak kepada nilai ... kalo&#039; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But afterall .. nice posting Mon :) you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.</p>
<p>Pendapat beliau itu meski terlihat &#8220;radikal kanan&#8221; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.</p>
<p>aku setuju ama victor : equilibrium needed.</p>
<p>Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.</p>
<p>Bicara soal sastra &#8230; memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.</p>
<p>Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &#8220;nggresula&#8221;.</p>
<p>Dan industri tidak berpihak kepada nilai &#8230; kalo&#8217; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.</p>
<p>But afterall .. nice posting Mon <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2161</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:14:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2161</guid>
		<description>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? :) Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu :) Kita perlu memeperbaiki itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</p>
<p>Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. </p>
<p>Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. </p>
<p>Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Kita perlu memeperbaiki itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: micokelana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2160</link>
		<dc:creator>micokelana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 11:48:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2160</guid>
		<description>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gak tau apanya yang &quot;besar&quot; yah..??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.</p>
<p>Tapi gak tau apanya yang &#8220;besar&#8221; yah..??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2165</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:26:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2165</guid>
		<description>@herman; tuh dijawab sama victor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja ... huahahaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@herman; tuh dijawab sama victor</p>
<p>@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja &#8230; huahahaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comments on: Gerakan Syahwat Merdeka</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 08:03:22 -0700</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3980</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:46:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3980</guid>
		<description>White dictator?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>White dictator?</p>
<p>Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Harry</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3979</link>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:24:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3979</guid>
		<description>&lt;b&gt;demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  :)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</b></p>
<p>Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. </p>
<p>Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.</p>
<p>Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.</p>
<p>Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sayyid</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3771</link>
		<dc:creator>Sayyid</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 06:47:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3771</guid>
		<description>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga.... Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &quot;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&quot; hahahahahha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga&#8230;. Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &#8220;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&#8221; hahahahahha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3650</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:10:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3650</guid>
		<description>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Makanya... sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.</p>
<p>Makanya&#8230; sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3649</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3649</guid>
		<description>Niat baik melindungi anak-anak...eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &quot;kotor&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik melindungi anak-anak&#8230;eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum</p>
<p>emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &#8220;kotor&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: victor</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2743</link>
		<dc:creator>victor</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 09:03:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2743</guid>
		<description>Mas Kaldu Ayam, &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;krisbiantoro rahmatkartolo&lt;br/&gt;Maksud Lo?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah.... ada2 aja pikiran ente</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Kaldu Ayam, </p>
<p>krisbiantoro rahmatkartolo<br />Maksud Lo?</p>
<p>gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah&#8230;. ada2 aja pikiran ente</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kaldu Ayam</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2741</link>
		<dc:creator>Kaldu Ayam</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 05:53:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2741</guid>
		<description>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 3</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2229</link>
		<dc:creator>3</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2007 06:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2229</guid>
		<description>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later... malah &quot;muak&quot; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi cuap2 masalah &quot;congkak luar biasa&quot;. If those who want control over their bodies are considered arrogant... then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &quot;Arrogant&quot; seems to be an understatement, to say the least.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.</p>
<p>Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later&#8230; malah &#8220;muak&#8221; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. </p>
<p>Belum lagi cuap2 masalah &#8220;congkak luar biasa&#8221;. If those who want control over their bodies are considered arrogant&#8230; then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &#8220;Arrogant&#8221; seems to be an understatement, to say the least.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: isyana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2200</link>
		<dc:creator>isyana</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 14:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2200</guid>
		<description>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#039;s orasi budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kan ada tuh perintah yang &#039;thy must not mention god&#039;s name in vain&#039;(? kalo nggak salah...) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya...). cause for me, it&#039;s actually two sides of the same coin.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*rant mode off*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#8217;s orasi budaya. </p>
<p>secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. </p>
<p>terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. </p>
<p>kan ada tuh perintah yang &#8216;thy must not mention god&#8217;s name in vain&#8217;(? kalo nggak salah&#8230;) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. </p>
<p>so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya&#8230;). cause for me, it&#8217;s actually two sides of the same coin.   </p>
<p>*rant mode off*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2197</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 06:51:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2197</guid>
		<description>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dinautami</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2196</link>
		<dc:creator>dinautami</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 05:05:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2196</guid>
		<description>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..&lt;br /&gt;jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..<br />jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2195</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 02:25:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2195</guid>
		<description>@memeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@memeh</p>
<p>anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Memeh</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2178</link>
		<dc:creator>Memeh</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jan 2007 06:28:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2178</guid>
		<description>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh relevan ga sih comment-ku?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?</p>
<p>Eh relevan ga sih comment-ku?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2169</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2007 03:43:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2169</guid>
		<description>Arka: Makasih :) Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Arka: Makasih <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: luthfi</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2166</link>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2166</guid>
		<description>wah, byk jg yg nganalisa yaks.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, byk jg yg nganalisa yaks&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2165</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:26:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2165</guid>
		<description>@herman; tuh dijawab sama victor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja ... huahahaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@herman; tuh dijawab sama victor</p>
<p>@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja &#8230; huahahaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2163</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:54:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2163</guid>
		<description>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat beliau itu meski terlihat &quot;radikal kanan&quot; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku setuju ama victor : equilibrium needed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal sastra ... memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &quot;nggresula&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan industri tidak berpihak kepada nilai ... kalo&#039; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But afterall .. nice posting Mon :) you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.</p>
<p>Pendapat beliau itu meski terlihat &#8220;radikal kanan&#8221; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.</p>
<p>aku setuju ama victor : equilibrium needed.</p>
<p>Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.</p>
<p>Bicara soal sastra &#8230; memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.</p>
<p>Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &#8220;nggresula&#8221;.</p>
<p>Dan industri tidak berpihak kepada nilai &#8230; kalo&#8217; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.</p>
<p>But afterall .. nice posting Mon <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2161</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:14:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2161</guid>
		<description>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? :) Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu :) Kita perlu memeperbaiki itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</p>
<p>Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. </p>
<p>Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. </p>
<p>Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Kita perlu memeperbaiki itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: micokelana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2160</link>
		<dc:creator>micokelana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 11:48:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2160</guid>
		<description>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gak tau apanya yang &quot;besar&quot; yah..??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.</p>
<p>Tapi gak tau apanya yang &#8220;besar&#8221; yah..??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2163</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:54:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2163</guid>
		<description>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat beliau itu meski terlihat &quot;radikal kanan&quot; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku setuju ama victor : equilibrium needed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal sastra ... memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &quot;nggresula&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan industri tidak berpihak kepada nilai ... kalo&#039; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But afterall .. nice posting Mon :) you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.</p>
<p>Pendapat beliau itu meski terlihat &#8220;radikal kanan&#8221; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.</p>
<p>aku setuju ama victor : equilibrium needed.</p>
<p>Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.</p>
<p>Bicara soal sastra &#8230; memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.</p>
<p>Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &#8220;nggresula&#8221;.</p>
<p>Dan industri tidak berpihak kepada nilai &#8230; kalo&#8217; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.</p>
<p>But afterall .. nice posting Mon <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comments on: Gerakan Syahwat Merdeka</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 08:03:22 -0700</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3980</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:46:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3980</guid>
		<description>White dictator?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>White dictator?</p>
<p>Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Harry</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3979</link>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:24:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3979</guid>
		<description>&lt;b&gt;demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  :)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</b></p>
<p>Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. </p>
<p>Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.</p>
<p>Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.</p>
<p>Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sayyid</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3771</link>
		<dc:creator>Sayyid</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 06:47:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3771</guid>
		<description>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga.... Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &quot;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&quot; hahahahahha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga&#8230;. Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &#8220;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&#8221; hahahahahha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3650</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:10:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3650</guid>
		<description>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Makanya... sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.</p>
<p>Makanya&#8230; sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3649</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3649</guid>
		<description>Niat baik melindungi anak-anak...eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &quot;kotor&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik melindungi anak-anak&#8230;eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum</p>
<p>emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &#8220;kotor&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: victor</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2743</link>
		<dc:creator>victor</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 09:03:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2743</guid>
		<description>Mas Kaldu Ayam, &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;krisbiantoro rahmatkartolo&lt;br/&gt;Maksud Lo?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah.... ada2 aja pikiran ente</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Kaldu Ayam, </p>
<p>krisbiantoro rahmatkartolo<br />Maksud Lo?</p>
<p>gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah&#8230;. ada2 aja pikiran ente</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kaldu Ayam</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2741</link>
		<dc:creator>Kaldu Ayam</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 05:53:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2741</guid>
		<description>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 3</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2229</link>
		<dc:creator>3</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2007 06:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2229</guid>
		<description>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later... malah &quot;muak&quot; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi cuap2 masalah &quot;congkak luar biasa&quot;. If those who want control over their bodies are considered arrogant... then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &quot;Arrogant&quot; seems to be an understatement, to say the least.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.</p>
<p>Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later&#8230; malah &#8220;muak&#8221; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. </p>
<p>Belum lagi cuap2 masalah &#8220;congkak luar biasa&#8221;. If those who want control over their bodies are considered arrogant&#8230; then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &#8220;Arrogant&#8221; seems to be an understatement, to say the least.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: isyana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2200</link>
		<dc:creator>isyana</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 14:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2200</guid>
		<description>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#039;s orasi budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kan ada tuh perintah yang &#039;thy must not mention god&#039;s name in vain&#039;(? kalo nggak salah...) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya...). cause for me, it&#039;s actually two sides of the same coin.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*rant mode off*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#8217;s orasi budaya. </p>
<p>secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. </p>
<p>terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. </p>
<p>kan ada tuh perintah yang &#8216;thy must not mention god&#8217;s name in vain&#8217;(? kalo nggak salah&#8230;) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. </p>
<p>so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya&#8230;). cause for me, it&#8217;s actually two sides of the same coin.   </p>
<p>*rant mode off*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2197</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 06:51:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2197</guid>
		<description>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dinautami</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2196</link>
		<dc:creator>dinautami</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 05:05:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2196</guid>
		<description>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..&lt;br /&gt;jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..<br />jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2195</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 02:25:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2195</guid>
		<description>@memeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@memeh</p>
<p>anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Memeh</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2178</link>
		<dc:creator>Memeh</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jan 2007 06:28:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2178</guid>
		<description>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh relevan ga sih comment-ku?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?</p>
<p>Eh relevan ga sih comment-ku?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2169</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2007 03:43:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2169</guid>
		<description>Arka: Makasih :) Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Arka: Makasih <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: luthfi</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2166</link>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2166</guid>
		<description>wah, byk jg yg nganalisa yaks.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, byk jg yg nganalisa yaks&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2165</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:26:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2165</guid>
		<description>@herman; tuh dijawab sama victor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja ... huahahaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@herman; tuh dijawab sama victor</p>
<p>@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja &#8230; huahahaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2163</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:54:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2163</guid>
		<description>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat beliau itu meski terlihat &quot;radikal kanan&quot; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku setuju ama victor : equilibrium needed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal sastra ... memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &quot;nggresula&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan industri tidak berpihak kepada nilai ... kalo&#039; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But afterall .. nice posting Mon :) you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.</p>
<p>Pendapat beliau itu meski terlihat &#8220;radikal kanan&#8221; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.</p>
<p>aku setuju ama victor : equilibrium needed.</p>
<p>Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.</p>
<p>Bicara soal sastra &#8230; memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.</p>
<p>Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &#8220;nggresula&#8221;.</p>
<p>Dan industri tidak berpihak kepada nilai &#8230; kalo&#8217; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.</p>
<p>But afterall .. nice posting Mon <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2161</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:14:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2161</guid>
		<description>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? :) Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu :) Kita perlu memeperbaiki itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</p>
<p>Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. </p>
<p>Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. </p>
<p>Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Kita perlu memeperbaiki itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: micokelana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2160</link>
		<dc:creator>micokelana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 11:48:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2160</guid>
		<description>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gak tau apanya yang &quot;besar&quot; yah..??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.</p>
<p>Tapi gak tau apanya yang &#8220;besar&#8221; yah..??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2161</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:14:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2161</guid>
		<description>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? :) Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu :) Kita perlu memeperbaiki itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</p>
<p>Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. </p>
<p>Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. </p>
<p>Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Kita perlu memeperbaiki itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comments on: Gerakan Syahwat Merdeka</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 08:03:22 -0700</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3980</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:46:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3980</guid>
		<description>White dictator?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>White dictator?</p>
<p>Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Harry</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3979</link>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:24:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3979</guid>
		<description>&lt;b&gt;demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  :)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</b></p>
<p>Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. </p>
<p>Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.</p>
<p>Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.</p>
<p>Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sayyid</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3771</link>
		<dc:creator>Sayyid</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 06:47:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3771</guid>
		<description>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga.... Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &quot;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&quot; hahahahahha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga&#8230;. Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &#8220;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&#8221; hahahahahha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3650</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:10:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3650</guid>
		<description>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Makanya... sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.</p>
<p>Makanya&#8230; sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3649</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3649</guid>
		<description>Niat baik melindungi anak-anak...eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &quot;kotor&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik melindungi anak-anak&#8230;eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum</p>
<p>emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &#8220;kotor&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: victor</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2743</link>
		<dc:creator>victor</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 09:03:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2743</guid>
		<description>Mas Kaldu Ayam, &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;krisbiantoro rahmatkartolo&lt;br/&gt;Maksud Lo?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah.... ada2 aja pikiran ente</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Kaldu Ayam, </p>
<p>krisbiantoro rahmatkartolo<br />Maksud Lo?</p>
<p>gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah&#8230;. ada2 aja pikiran ente</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kaldu Ayam</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2741</link>
		<dc:creator>Kaldu Ayam</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 05:53:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2741</guid>
		<description>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 3</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2229</link>
		<dc:creator>3</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2007 06:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2229</guid>
		<description>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later... malah &quot;muak&quot; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi cuap2 masalah &quot;congkak luar biasa&quot;. If those who want control over their bodies are considered arrogant... then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &quot;Arrogant&quot; seems to be an understatement, to say the least.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.</p>
<p>Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later&#8230; malah &#8220;muak&#8221; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. </p>
<p>Belum lagi cuap2 masalah &#8220;congkak luar biasa&#8221;. If those who want control over their bodies are considered arrogant&#8230; then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &#8220;Arrogant&#8221; seems to be an understatement, to say the least.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: isyana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2200</link>
		<dc:creator>isyana</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 14:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2200</guid>
		<description>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#039;s orasi budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kan ada tuh perintah yang &#039;thy must not mention god&#039;s name in vain&#039;(? kalo nggak salah...) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya...). cause for me, it&#039;s actually two sides of the same coin.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*rant mode off*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#8217;s orasi budaya. </p>
<p>secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. </p>
<p>terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. </p>
<p>kan ada tuh perintah yang &#8216;thy must not mention god&#8217;s name in vain&#8217;(? kalo nggak salah&#8230;) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. </p>
<p>so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya&#8230;). cause for me, it&#8217;s actually two sides of the same coin.   </p>
<p>*rant mode off*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2197</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 06:51:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2197</guid>
		<description>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dinautami</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2196</link>
		<dc:creator>dinautami</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 05:05:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2196</guid>
		<description>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..&lt;br /&gt;jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..<br />jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2195</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 02:25:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2195</guid>
		<description>@memeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@memeh</p>
<p>anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Memeh</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2178</link>
		<dc:creator>Memeh</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jan 2007 06:28:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2178</guid>
		<description>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh relevan ga sih comment-ku?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?</p>
<p>Eh relevan ga sih comment-ku?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2169</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2007 03:43:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2169</guid>
		<description>Arka: Makasih :) Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Arka: Makasih <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: luthfi</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2166</link>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2166</guid>
		<description>wah, byk jg yg nganalisa yaks.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, byk jg yg nganalisa yaks&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2165</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:26:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2165</guid>
		<description>@herman; tuh dijawab sama victor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja ... huahahaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@herman; tuh dijawab sama victor</p>
<p>@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja &#8230; huahahaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2163</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:54:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2163</guid>
		<description>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat beliau itu meski terlihat &quot;radikal kanan&quot; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku setuju ama victor : equilibrium needed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal sastra ... memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &quot;nggresula&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan industri tidak berpihak kepada nilai ... kalo&#039; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But afterall .. nice posting Mon :) you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.</p>
<p>Pendapat beliau itu meski terlihat &#8220;radikal kanan&#8221; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.</p>
<p>aku setuju ama victor : equilibrium needed.</p>
<p>Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.</p>
<p>Bicara soal sastra &#8230; memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.</p>
<p>Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &#8220;nggresula&#8221;.</p>
<p>Dan industri tidak berpihak kepada nilai &#8230; kalo&#8217; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.</p>
<p>But afterall .. nice posting Mon <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2161</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:14:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2161</guid>
		<description>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? :) Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu :) Kita perlu memeperbaiki itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</p>
<p>Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. </p>
<p>Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. </p>
<p>Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Kita perlu memeperbaiki itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: micokelana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2160</link>
		<dc:creator>micokelana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 11:48:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2160</guid>
		<description>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gak tau apanya yang &quot;besar&quot; yah..??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.</p>
<p>Tapi gak tau apanya yang &#8220;besar&#8221; yah..??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2160</link>
		<dc:creator>micokelana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 11:48:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2160</guid>
		<description>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gak tau apanya yang &quot;besar&quot; yah..??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.</p>
<p>Tapi gak tau apanya yang &#8220;besar&#8221; yah..??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comments on: Gerakan Syahwat Merdeka</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 08:03:22 -0700</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3980</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:46:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3980</guid>
		<description>White dictator?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>White dictator?</p>
<p>Saya harap itu bukan contoh lain niat baik tapi hasil buruk <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Harry</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3979</link>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 12:24:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3979</guid>
		<description>&lt;b&gt;demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  :)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan?  Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</b></p>
<p>Ya, saya kira satu lagi niat baik tapi hasil buruk. Jadinya sama saja  <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Anyway, demokrasi saat ini kurang tepat dilaksanakan karena masyarakat kita belum tercerahkan. Masih banyak yang bisa dibeli suaranya dengan membelanjakan uang dalam jumlah besar secara tepat. Bahkan di Amerika sekalipun. </p>
<p>Demokrasi jadi mencelakakan karena brand yang baik, padahal justru membuka jalan kepada para fasis untuk berkuasa. Mengecoh, because the devil is in the details.</p>
<p>Saya setuju dengan Neo / Ryo Saeba bahwa pada saat ini kita memerlukan white dictator.</p>
<p>Eh maaf jadi OOT dengan topik posting ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sayyid</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3771</link>
		<dc:creator>Sayyid</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 06:47:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3771</guid>
		<description>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga.... Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &quot;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&quot; hahahahahha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, cukup panas juga diskusi disini. Di sisi lainm aku setuju dengan pendapat Pak Taufik. fakta2 yang diuraikan beliau, itu memang sudah membawa Indonesia ke jurang permisif yaitu mengkapitalisasikan selangkangan. Kita hharusnya segera paham, bahwa Kapitalis itu ialah menangguk keuntungan sebanyak2nya dan  berusaha untuk mengrem pengeluaran sekecil2nya. Itu prinsip kapitalisme zaman modern yang harus segera kita sadari bahwa itulah yang membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Eh, Indonesia sudah ketinggalan kereta api Postmodernisme lo? Sekarang ya tinggal kita memilih. Bagi yang mau terus berkecimpung dengan kapitalisme kelamin ya silahkan, mau mengkapitalisasikan nama Tuhan (ESQ) ya silahkan juga&#8230;. Namun, harus diingat, segala konsekuensi dan akibatnya tanggung sendiri. Jangan bawa2 orang lain. Sama aja dengan: &#8220;kalau mau mati, ya mati aja jangan bawa2 gua.&#8221; hahahahahha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3650</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:10:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3650</guid>
		<description>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Makanya... sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik, kalau hasilnya buruk, ya sama saja.</p>
<p>Makanya&#8230; sebelum berbuat, dengan niat sebaik apapun, dipikir dulu akibatnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-3649</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-3649</guid>
		<description>Niat baik melindungi anak-anak...eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &quot;kotor&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Niat baik melindungi anak-anak&#8230;eh malah dikomentari negatif sama ahli mesum</p>
<p>emang kalo otak udah kotor semua yang baik juga dipandang &#8220;kotor&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: victor</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2743</link>
		<dc:creator>victor</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 09:03:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2743</guid>
		<description>Mas Kaldu Ayam, &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;krisbiantoro rahmatkartolo&lt;br/&gt;Maksud Lo?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah.... ada2 aja pikiran ente</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Kaldu Ayam, </p>
<p>krisbiantoro rahmatkartolo<br />Maksud Lo?</p>
<p>gw punya bini, punya anak, dan jangan coba2 lo bilang gw kagak sayang anak-bini gw. tapi hak gw dong buat nggak setuju ama TA. etdah&#8230;. ada2 aja pikiran ente</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kaldu Ayam</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2741</link>
		<dc:creator>Kaldu Ayam</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 05:53:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2741</guid>
		<description>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Taufik khawatir dengan akibatnya. Di negeri lain yang mengaku pakar kebebasan HAM hal-hal seperti ini diatur sedangkan di Indonesia tidak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan. Tentu orang-orang yang tidak atau belum punya anak atau tidak peduli pada anaknya sendiri akan mencela pidato Pak Taufik karena mereka hanya mencintai dirinya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 3</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2229</link>
		<dc:creator>3</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2007 06:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2229</guid>
		<description>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later... malah &quot;muak&quot; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi cuap2 masalah &quot;congkak luar biasa&quot;. If those who want control over their bodies are considered arrogant... then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &quot;Arrogant&quot; seems to be an understatement, to say the least.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bisa mengerti keprihatinan beliau atas maraknya pornografi, dan saya setuju kalau seharusnya ada hukum yang mengatur dan melindungi anak2 dari pengaruh pornografi.</p>
<p>Tapi saya juga merasa lucu dengan tulisan beliau. Kayaknya beliau itu nggak bisa membedakan antara pornografi dan seksualitas. Lebih lucunya lagi, beliau bisa berkoar2 menentang eksploitasi kaum hawa akibat pornografi. But a few paragraphs later&#8230; malah &#8220;muak&#8221; sama kaum feminis yang memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. </p>
<p>Belum lagi cuap2 masalah &#8220;congkak luar biasa&#8221;. If those who want control over their bodies are considered arrogant&#8230; then what should we call self-righteous moral absolutists like him? &#8220;Arrogant&#8221; seems to be an understatement, to say the least.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: isyana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2200</link>
		<dc:creator>isyana</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 14:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2200</guid>
		<description>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#039;s orasi budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kan ada tuh perintah yang &#039;thy must not mention god&#039;s name in vain&#039;(? kalo nggak salah...) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya...). cause for me, it&#039;s actually two sides of the same coin.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*rant mode off*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>duh, momon, so glad you choose to function as an equilizer to TA&#8217;s orasi budaya. </p>
<p>secara pribadi sih,lewat satu penugasan, aku bisa menilai dan sampai ke kesimpulan untuk tak menganggap serius orasi-orasi TA. </p>
<p>terus, yang ini sempat baca di sebuah milis, and i guess bisa jadi penyeimbang juga. bahwa sekarang tuh, kita juga lagi dilanda gelombang lain, gerakan tuhan merdeka. </p>
<p>kan ada tuh perintah yang &#8216;thy must not mention god&#8217;s name in vain&#8217;(? kalo nggak salah&#8230;) tapi kayaknya malah itu yang terjadi sekarang deh. bahwa kita seriiiiiing banget ngobral nama tuhan di produk-produk budaya. and for what? menurutku sih, produk budaya pop yang ngumbar nama tuhan itu juga cuman buat nyari keuntungan aja akhirnya. jatuh-jatuhnya merebut hati konsumen. </p>
<p>so, aku nggak ngerti bedanya, how can you overlook pengobralan tuhan dibanding pengobralan pornografi (yang lewat orasinya taufik sih, rada dicampur-campur pendefinisiannya&#8230;). cause for me, it&#8217;s actually two sides of the same coin.   </p>
<p>*rant mode off*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2197</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 06:51:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2197</guid>
		<description>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mahasiswa teknik elektro yang ingin jadi guru &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dinautami</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2196</link>
		<dc:creator>dinautami</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 05:05:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2196</guid>
		<description>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..&lt;br /&gt;jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju sama memeh, demokrasi akan berjalan dengan baik jika orang-orangnya well educated..<br />jangankan guru2nya, guru2nya calon guru pun perlu dipertanyakan kualitasnya *piss hehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2195</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 02:25:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2195</guid>
		<description>@memeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@memeh</p>
<p>anda bebas kok buat ngomong apa aja, jadi kenapa mesti pusing dengan relevansi ? huahaha <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Memeh</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2178</link>
		<dc:creator>Memeh</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jan 2007 06:28:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2178</guid>
		<description>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh relevan ga sih comment-ku?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baca comment2nya jadi terasa, beginilah kebebasan berpendapat itu. Masalahnya yang begini ini, mangsutnya orang2 yang bisa comment seperti ini cuman sebagian kecil masyarakat Indo, mayortiasnya bahkan gak ngerti apa itu www. Itu sbenernya yg menjelaskan knapa kebebasan berpendapat bisa menjadi sangat berbahaya, karena rakyat Indo mayoritas (maaf) kurang wawasan, sehingga picik. Akibat langsung kepicikan adalah mudah terpengaruh. Kapan Indo akan bebas dari kepicikan ini? Jawabannya ada pada anggaran pendidikan dalam RAPBN. Gimana rakyat mau berwawasan luas kalau gaji guru sangat rendah, otomatis orang yang mau jadi guru ya hanya (maaf lagi) orang2 desa dengan wawasan sempit. Dengan guru2 yang (lagi-lagi maaf) ndeso, bagaimana anak2 kita akan berwawasan luas dan tidak mudah terpengaruh?</p>
<p>Eh relevan ga sih comment-ku?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2169</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2007 03:43:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2169</guid>
		<description>Arka: Makasih :) Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Arka: Makasih <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Aku juga cuma jadi equilibrum bagi Taufik Ismail kok. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Ndoro Kakung Pecas Ndahe ini sakjane muji apa ngenyek aku sih? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: luthfi</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2166</link>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2166</guid>
		<description>wah, byk jg yg nganalisa yaks.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, byk jg yg nganalisa yaks&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2165</link>
		<dc:creator>starchie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 17:26:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2165</guid>
		<description>@herman; tuh dijawab sama victor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja ... huahahaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@herman; tuh dijawab sama victor</p>
<p>@victor; iyah hehehe bingung kali kalau kiri sekarang udah pasaran jadi ultra kanan saja &#8230; huahahaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arka</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2163</link>
		<dc:creator>arka</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:54:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2163</guid>
		<description>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat beliau itu meski terlihat &quot;radikal kanan&quot; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku setuju ama victor : equilibrium needed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal sastra ... memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &quot;nggresula&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan industri tidak berpihak kepada nilai ... kalo&#039; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But afterall .. nice posting Mon :) you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama aku baca tulisan di REPUBLIKA itu (dan sampe sekarang) aku setuju ama beliau tu Mon.</p>
<p>Pendapat beliau itu meski terlihat &#8220;radikal kanan&#8221; tapi ada benarnya, dan dia memang sedang mengekspresikan kebebasan pribadinya dengan onani dengan cara dia.</p>
<p>aku setuju ama victor : equilibrium needed.</p>
<p>Taufik Ismail sedang kepepet nafsu mengungkapkan pendapat karena beliau frustasi memandang negara ini dari sudut kamar beliau.</p>
<p>Bicara soal sastra &#8230; memang kebebasan ekspresi yang tidak disertai dengan nilai-nilai dalam sastra modern sekarang terlalu dominan. Bukan jelek. Tapi butuh penyeimbangan.</p>
<p>Sayangnya Taufik Ismail itu penyair, bukan penulis sekaliber Pram (Pramono?) yang bisa menulis sesuatu yang menggerakkan. Jadi beliau bisanya ya &#8220;nggresula&#8221;.</p>
<p>Dan industri tidak berpihak kepada nilai &#8230; kalo&#8217; ada orang yang bisa mengemas nilai-nilai itu sehingga nilai-nilai itu menjual, maka barulah ada equilibrium.</p>
<p>But afterall .. nice posting Mon <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> you always make me step down the mountain (javanese english bangget)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2161</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 12:14:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2161</guid>
		<description>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? :) Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu :) Kita perlu memeperbaiki itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Justru itu mas Mico, demokrasi itu seharusnya memungkinkan kendali atas kekuatan besar. Para wakil rakyat di DPR itu kan yang milih rakyat bukan? <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Seharusnya mereka bekerja mewakili konstituen mereka, para pemilih.</p>
<p>Yang terjadi di Indonesia, para wakil diharapkan memiliki hati mulia, sementara rakyat cenderung berdiam diri mengharapkan para wakilnya melakukan yang terbaik. </p>
<p>Menurut saya ini kok salah ya. Seharusnya para wakil ini mewakili kehendak konstituennya, dan bermusyawarah dengan wakil-wakil yang lain untuk menentukan arah kebijakan negara. Jika para wakil ini tidak bekerja sesuai harapan, tahun depan jangan dipilih lagi dong. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Lucunya, saat pemilu, sebagian dari masyarakat cenderung melupakan histori perilaku para wakil, dan dengan mata dibutakan, mereka sembarang mencoblos partai.  Otomatis, para wakil tadi tidak pernah merasa khawatir kalau pemilu depan mereka tidak terpilih lagi. </p>
<p>Ada satu proses kontrol yang hilang, yaitu semasa pemilu <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Kita perlu memeperbaiki itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: micokelana</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2160</link>
		<dc:creator>micokelana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 11:48:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2160</guid>
		<description>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gak tau apanya yang &quot;besar&quot; yah..??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>herman : Yah contohnya dinegara kita ini, yang besar monya menang sendiri ;-D.</p>
<p>Tapi gak tau apanya yang &#8220;besar&#8221; yah..??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html/comment-page-1#comment-2158</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 09:08:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/gerakan-syahwat-merdeka.html#comment-2158</guid>
		<description>Jangan-jangan persepsimu tentang kebebasan pribadi itu salah dik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika definisi kebebasan pribadi Sidik itu... menawari aku gaya hidup MLM tiap hari (misalnya)... itu bukan lagi kebebasan pribadi kan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jangan-jangan persepsimu tentang kebebasan pribadi itu salah dik?</p>
<p>Jika definisi kebebasan pribadi Sidik itu&#8230; menawari aku gaya hidup MLM tiap hari (misalnya)&#8230; itu bukan lagi kebebasan pribadi kan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
