hermansaksono

Patternless thoughts, pointless wisdom

Archive for October, 2005

October 29th, 2005

Kudeta isapan jempol

Isu kudeta lewat tikabanget:

Tidak tahu sampai dimana kebenarannya, mudah2an tidak tapi tidak ada salahnya kita selalu waspada. Please inform family members to be carefull after Lebaran.

Kejadiannya mirip kerusuhan mei 98 tapi dgn cara lain. Menurut mereka dlm 6 bln ini akan terjadi, dan kalau situasi nya ngga terkendali, maka tentara akan ambil kendali.
Cuma mereka khawatir dan tidak mau kalau SBY turun, yg naik wakilnya. Saat ini tokoh2 politik sedang me lobby Sultan HB X untuk naik, dan lagi dipikirkan oleh ybs.
Permintaan ini juga datang dari rektor2 seluruh RI, mereka marah pd SBY, karena mereka minta BBM naiknya ditunda s/d habis lebaran dan naiknya tidak lebih besar dari 50%, tapi permintaan ini ditolak. Untuk issue bom akan terjadi di 12 titik di jakarta, terutama mall sudah dan akan diincar.
Kesimpulannya situasi politik disini lagi rawan banget, dan yg tahu ngga banyak. Info ini sangat akurat karena dari orang dlm. Saat ini mereka lagi mencegah jangan sampai terjadi kerusuhan.

Ada info bhw habis lebaran akan ada rame2. Katanya akan ada skenario kayak kerusuhan mei tapi bisa lebih dahsyat. Tentara akan main dibelakang layar.

Kita tunggu 6 bulan lagi apakah benar ada kerusuhan. Tapi kalau kita perhatikan seksama teori tadi, akan terlihat sebuah cacat argumen yang cukup jelas, yang akhirnya membuat teori ini tidak masuk akal dan lebih terlihat seperti hoax. Perhatikan paragraf dua:

Kejadiannya mirip kerusuhan mei 98 tapi dgn cara lain. Menurut mereka dlm 6 bln ini akan terjadi, dan kalau situasi nya ngga terkendali, maka tentara akan ambil kendali.

… dan paragraf terakhir:

Ada info bhw habis lebaran akan ada rame2. Katanya akan ada skenario kayak kerusuhan mei tapi bisa lebih dahsyat. Tentara akan main dibelakang layar.

Disini tersirat bahwa kudeta akan dilakukan oleh militer melalui cara-cara khas militer: kerusuhan, negara dalam keadaan darurat, pengambil-alihan kekuasaan secara paksa, dll. Sekarang coba perhatikan paragraf ketiga:

Permintaan ini juga datang dari rektor2 seluruh RI, mereka marah pd SBY, karena mereka minta BBM naiknya ditunda s/d habis lebaran dan naiknya tidak lebih besar dari 50%, tapi permintaan ini ditolak…

Dalam paragraf diatas justru muncul kesan kalau wacana kudeta bermula dari inisiatif rektor-rektor Indonesia, dari para teknokrat. Ini berkontradiksi dengan premis pertama (dimana inisiatif muncul dari militer), dan inilah yang membuat teori konspirasi ini terdengar sangat tidak masuk akal.

Para rektor yang marah karena kenaikan harga BBM tidak akan merancang kudeta untuk menjatuhkan SBY dengan cara kerusuhan dan pengeboman. Para rektor yang terdiri dari pakar politik dan ekonomi pasti tahu betul kalau cara-cara ini justru akan menurunkan kepercayaan internasional terhadap Indonesia, menjatuhkan investasi, menyurutkan pertumbuhan ekonomi, dan membuat rakyat Indonesia semakin sengsara.

Dapat kita lihat kalau si pembuat teori konspirasi ini berusaha menggabungkan dua katalis kudeta yang menakutkan: militer dan dukungan sipil/teknokrat. Tapi si pembuat konspirasi tidak cukup cerdas untuk menyadari kalau keduanya tidak dapat dicampur. Pengkhianatan kepada negara dengan membuat kerusuhan mungkin dilakukan oleh militer. Pemecatan Presiden oleh sipil melalui jalan yang konstitusional bisa terjadi. Tetapi perlu diingat bahwa kedua hal tadi tidak dapat terjadi bersamaan. Para rektor tidak akan meng-endorse langkah keras militer dan para militer yang sudah kebelet ingin mengkudeta, pasti tidak sabar jika harus melalui cara konstitusional.

Yah, segalanya memang mungkin terjadi. Dan betul, teori tadi memang terdengar menakutkan. Tapi kalau kita cermati sekali lagi argumentasi plin-plan dan premis-premis dangkal yang ditawarkan oleh teori konspirasi ini, akan terlihat kalau isu tadi cuma isapan jempol amatiran.

October 29th, 2005

Hey Jude

Almarhum kakek saya pernah berang dengan paman saya gara-gara lagunya Beatles yang berjudul Hey Jude.

Di tahun 1968, saat lagu ini sedang panas-panas-nya, paman saya yang ngefans berat dengan The Beatles menulis ‘Hey Jude’ di dinding kamar mandi rumah saya. Ketika kakek saya—yang pengetahuannya tentang musik memang pas-pasan—membaca tulisan tersebut, beliau sangat tersinggung karena mengira tulisan tersebut berarti ‘Hai Yahudi’ (Jude terdengar seperti Judaisme, yang berarti Yahudi). Kakek saya yang memang sedikit pelit, merasa bahwa sindiran tersebut ditujukan kepada beliau. Tapi jangan khawatir, kakek saya orangnya baik dan menyenangkan, dan beliau tidak jadi marah ketika paman saya menjelaskan kalau Hey Jude itu cuma judul lagu.

Akan tetapi, walaupun lagu ini termasuk lagu Beatles yang banyak dikenal masyarakat, tidak banyak yang tahu kalau lagu ini menyimpan sebuah kisah yang indah.

Di tahun 1968, John Lenon yang sudah hidup bersama Yoko Ono, hendak bercerai dengan Cynthia Lennon. Paul McCartney yang prihatin dan bersimpati, terdorong untuk menghibur putera John dan Cynthia, Julian. Dalam sebuah perjalanan menuju rumah mereka, Paul mengarang sebuh lagu yang ditujukan kepada Julian Lennon yang berjudul ‘Hey Jules’.

Hey Jules,
Don’t make it bad
Take a sad song, and make it better

Waktu itu Cynthia Lennon terkejut ketika Paul McCartney mampir ke rumahnya, membawakan setangkai bunga mawar dan bercanda dengan Cynthia. Dia sangat tersentuh akan kepedulian Paul McCartney terhadap kesejahteraan mereka. “Saya tidak dapat melupakan perhatian dan kepedulian Paul yang menemani kami saat itu. Tindakannya membuat saya merasa penting dan diperhatikan, dimana saat itu kami merasa dicampakkan dan tidak penting.”

Akhirnya judul lagu tersebut dirubah menjadi ‘Hey Jude’ oleh Paul. Julian sendiri baru menyadari kalau lagu itu ditujukan untuknya 20 tahun kemudian. Tetapi dia mengakui kalau pada masa itu dia memang lebih dekat kepada Paul daripada ayah kandungnya sendiri.

Lucunya, John Lennon justru mengira kalau lagu tersebut didedikasikan kepada dia.

(Source: Wikipedia)

October 27th, 2005

Menyinggung Maya

Beberapa minggu terakhir saya dipermalukan berkali-kali oleh…saya sendiri… gara-gara nama rekan kantor baru saya Maya, sama persis dengan banyak hal di dunia ini.

Kejadian #1
Ketika Alias, perusahaan software aplikasi 3D ternama dibeli oleh Autodesk, saya langsung berteriak ke rekan kantor saya Thomas:

Mas! Maya dibeli sama Autodesk!

Maya yang duduknya disebelah Thomas langsung nengok kaget.

Oh bukan Maya kamu, Maya… aplikasi 3D…

Kejadian #2
Lagu favorit teman-teman di ruangan adalah Dragoste Din Tei yang populer karena Numa-Numa Dance. Beberapa hari yang lalu, rekan kantor saya, Andi, memutar lagu tersebut. Kebetulan liriknya seperti ini:

Ma-i-a Hi, Ma-i-a Hu
Ma-i-a Ho, Ma-i-a Ha-Ha

Kebetulan saya ikut menyanyikan lagu tersebut. Dan kebetulan Maya teman kantor saya dengar… dan nengok.
Duh…errrrr…aku nyanyi Dragoste Din Tei lho. Bukan manggil kamu… :D

Kejadian #3
Saya menggunakan jingle Indonesian Idol untuk ringtone HP saya. Nah, saya dan rekan kantor saya, Andi dan Thomas, punya kebiasaan ketika ringtone ini bunyi, salah satu dari kami meneriakkan:

Dan Indonesia memilih!

Lalu salah satu dari kita, biasanya secara spontan bergiliran meneriakkan: “Mike!” atau “Firman” atau finalis Indonesian Idol yang lain. Nah pada hari itu, HP saya bunyi lagi mengeluarkan jingle Indonesian Idol, dan secara spontan saya meneriakkan:

Maya!

Otomatis Maya sang teman kantor langsung menoleh kaget. Haloo Maya :D

Kejadian #4
Kemarin saya browsing di Friendster, dan menemukan teman lama di SMA yang baru saja terdaftar di Friendster. Saking excited-nya saya pun langsung berteriak:

Eh, Maya!

Maya staf baru Gamatecho-pun menoleh. Duh… maaf… maksudnya Maya teman saya di Friendster :D

Kejadian #5
Waktu itu Andi saya lagi muter lagunya Ratu yang baru pasca keluarnya Pinkan Mambo. Nah spontan saya langsung tanya ke Andi:

Ini lagunya yang nyanyi Maya ya?

Ups… Maya pun nengok..

Maksudku, lagunya yang nyanyi Mulan…? :D

Duh..

October 26th, 2005

Diselamatkan Google Desktop


Pagi tadi saya juengkel setengah mati. Lha gimana tidak, file html dan css desain web yang saya buat semalaman untuk teman saya, lenyap tanpa bekas. Dugaan saya sih, kemarin malam komputer saya mati mendadak dan kebetulan file html dan css tersebut masih terbuka di dreamweaver. Jadi ketika komputernya mati, kedua file tsb hilang begitu saja. Siyal, keja sampe jam 1 malam sia-sia.

Padahal, desain tsb harus diserahkan pagi ini…

Tapi untung saya sempat ingat kalau Google Desktop membuat salinan file-file saya. Dan ternyata benar, setelah searching sebentar, index.html masih ada salinannya di database Google. Yang bikin susah… file CSS yang bikinnya lama banget, ternyata tidak terselamatkan. Yah, setidaknya file html-nya masih utuh, jadi teman saya bisa kerja duluan.

Mungkin inilah indahnya filosofi xHTML 1.0 strict: Data dan Presentation (HTML dan CSS) terpisah mutlak, sehingga developer bisa bekerja paralel.

October 25th, 2005

Flu Burung Bisa Dikendalikan

October 21st, 2005

Google dari Hong Kong?


Entah kenapa, setiap kali buka Google saya selalu dikira nyambung dari Hong Kong. Apakah Google punya teknologi biometri untuk mengenal pengguna berdasar kesipitan matanya? Hmmmm.

Kalau ada yang bisa membantu saya, supaya saya tidak dikira orang Hong Kong sama Google (artinya: bagimana supaya tawaran switching menjadi bahasa Hong Kong bisa hilang, atau setidaknya tawaran switchingnya menjadi bhs Indonesia) please drop me a line.

October 20th, 2005

Berang berang

Sebenarnya bikinnya dah lama banget. Tapi terus nggak diterusin.