hermansaksono

Patternless thoughts, pointless wisdom

Life - September 18th, 2005

Memasak Puding?

Puding Mangga
Salah satu teman saya kemarin berkoar-koar kalau dia baru saja dari pameran buku dan menemukan buku tentang ‘Bagaimana cara memasak Puding’…

Cara memasak puding? Ketika mendengarnya, sepintas kok terdengar ganjil ya? Berarti buku ini menjelaskan bagaimana memasak puding yang sudah jadi? Kalau pudingnya sudah jadi kenapa dimasak lagi? Mau bikin bubur puding?

Mungkin ya, judulnya akan lebih berterima kalau judulnya diganti ‘Cara membuat Puding’, karena puding biasanya tidak dimasak, tapi disiapkan dalam beberapa langkah (yang salah satunya dengan memasak adonan puding diatas api kecil).

Tapi kegiatan yang disebut memasak puding bukannya tidak ada lho. Kakak sepupu saya, yang seorang produsen snack puding, selalu memasak puding (yang sudah jadi) setiap sore.

Kok bisa? Karena biasanya di sore hari, puding-puding buatan kakak saya yang didistribusikan ke warung-warung masih sisa. Karena kalau didiamkan puding-puding tersebut bisa basi, dan kalau dihabiskan sekeluarga bisa berakibat fatal (bikin kembung), kakak sepupu saya memasak ulang puding-puding tersebut. Setelah puding sisa tersebut sudah meleleh, adonan tersebut dimasukkan ke dalam cetakan dan Voilá sudah jadi puding segar nan enak!

Rasanya? Katanya sih sama enaknya.

9 Comments


Leave a Reply