hermansaksono

Patternless thoughts, pointless wisdom

Archive for July, 2005

July 5th, 2005

Self indulging activity

Sungguh menakjubkan bagaimana blog ini disulap menjadi sebuah tempat singgah yang murahan dan standar. Tidak spesial lagi. Kampungan…. atau cheesy… bahasa daerahnya. Dan penyebabnya adalah saya sendiri.

Sekarang saya akan mem-post sebuah excerpt dari puisi yang ditulis seorang penyair Irlandia, Thomas Moore:

Oft in the stilly night,
Ere Slumber’s chain has bound me,
Fond Memory brings the light
Of other days around me;

The smiles,
the tears,
Of boyhood’s years,
The words of love then spoken;

The eyes that shone,
Now dimmed and gone,
The cheerful hearts now broken..


Cengeng? Mungkin iya. Tapi bagaimana lagi, cengeng itu begitu asyik karena dapat sejenak memanjakan hati yang rapuh.

July 2nd, 2005

Hilangnya tiga sahabat

Hari ini hari yang unik. Selain karena blog ini ditulis dengan bahasa Indonesia, di hari ini pula saya resmi memutuskan tali persahabatan dengan tiga orang… orang-orang yang saya anggap teman. Sungguh fantastis bukan, pada satu hari saya bisa kehilangan tiga teman?

Orang pertama, lebih suka berpikir pendek untuk memuaskan egonya sebagai hot item, daripada memperhatikan perasaan sahabatnya dan orang yang disayangi sahabatnya. Sebenarnya dia bisa menjadi teman yang menyenangkan, tapi egonya dan pandangannya atas dunia yang begitu sempit sungguh memuakkan saya.

Orang kedua, selalu merasa dirinya adalah kebenaran. Pandangannya adalah mutlak, dan pandangan teman-temannya tak lebih dari seonggok sampah. Dia cerdas memang, tapi pengecut, karena tidak pernah berani mengungkapkan opininya secara langsung.

Orang ketiga, selain tidak berselera (tapi merasa sebaliknya) dia juga penjilat besar. Suka menusuk dari belakang, dan menjilat dari depan.

Menariknya, saya pernah bermasalah dengan ketiga orang ini, dan telah ber-rekonsiliasi dan percaya mereka dapat berubah dan menjadi seorang teman yang lebih menyangkan. Tetapi lagi-lagi mereka kembali membuat saya kecewa.

Mungkin saya salah… manusia tidak berubah dan tidak akan berubah…

Karena sifat adalah karunia Tuhan yang abadi.