Tiga Krisis

Bersiaplah kawan. Tiga badai bergerak semakin dekat.
Pertama, adalah naiknya beban subsidi minyak yang menggerus APBN. Konon, solusinya adalah menaikkan harga BBM, dan biasanya harga yang lain juga ikutan naik. Orang-orang jadi lebih miskin.
Kedua, adalah krisis pangan. Harga bahan pokok semakin meroket, ada yang sampai 200%.
Ketiga, krisis keuangan Amerika Serikat yang ikut berdampak pada perekonomian Indonesia.
Dalam situasi tanpa kepastian ini, kebijakan pemerintah belum banyak yang terasa cespleng. Sementara itu, si lajur pacuan sebelah, tokoh-tokoh daur ulang seperti Wiranto, Sutiyoso, dan Prabowo mulai meraih popularitas untuk Pemilu 2009 →.
Sepuluh tahun yang lalu, kita juga menyaksikan ekonomi Indonesia jatuh terpelanting. Harga makanan pokok naik drastis, menjadi langka, dan akibatnya masyarakat ngamuk. Tetapi, dari sana, sebuah rezim jatuh, dan demokrasi bangkit sedikit-demi sedikit. Sebuah capaian yang harus dibayar mahal.
Entah apa yang terjadi kalau krisis kembali menghajar negara miskin ini. Apakah mungkin demokrasi jatuh, dan totalitarian bangkit?
*Ini Indonesia Bung! Tiap hari adalah kejutan*




